Uniku-Universiti Utara Malaysia Perkuat Penjaminan Mutu, Bidik Kampus Berdaya Saing Global
KUNINGAN, (FC).- Universitas Kuningan (Uniku) terus memperkuat budaya mutu perguruan tinggi melalui kerja sama internasional. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan benchmarking penjaminan mutu bersama Universiti Utara Malaysia (UUM), Senin (24/8).
Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu, khususnya pada aspek akademik dan akreditasi perguruan tinggi.
Ahli akademik sekaligus Timbalan Pengarah Pusat Pengurusan Kualiti dan Akreditasi (PPQA) UUM, Prof. Madya Dr. Ku Maisurah binti Ku Bahador, mengatakan kegiatan benchmarking menjadi langkah strategis bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi Uniku dalam mempelajari sistem mutu yang diterapkan UUM, tetapi juga menjadi kesempatan bagi UUM untuk memperoleh wawasan baru dari pengalaman Uniku.
“Bukan hanya Universitas Kuningan yang belajar. Kami dari UUM juga pasti belajar hal yang baru dari Universitas Kuningan yang nantinya dapat diterapkan di UUM,” ujar Prof. Madya Dr. Ku Maisurah.
Ia menjelaskan, benchmarking harus menjadi proses pembelajaran dua arah agar setiap institusi dapat saling memperkuat kapasitas dan mengembangkan sistem penjaminan mutu sesuai kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Uniku, Fahmi Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada UUM, khususnya PPQA, yang telah memberikan ruang bagi Uniku untuk berbagi pengalaman dan mempelajari praktik baik dalam pengelolaan mutu perguruan tinggi.
“Pengalaman dan praktik baik yang diperoleh melalui kegiatan ini menjadi pembelajaran penting bagi Universitas Kuningan untuk terus meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu,” ungkap Fahmi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Uniku, Dr. Toto Supartono, yang mengikuti kegiatan secara daring, berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan benchmarking semata.
Ia mendorong agar kolaborasi antara Uniku dan UUM dapat dikembangkan melalui program yang lebih aplikatif sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu akademik kedua perguruan tinggi.
“Harapannya, kerja sama penjaminan mutu antara Universitas Kuningan dan Universiti Utara Malaysia dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan implementatif berikutnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti unsur penjaminan mutu dari kedua institusi. Dari Uniku, perwakilan LPM mengikuti kegiatan secara langsung, sementara puluhan peserta yang terdiri atas Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Gugus Kendali Mutu (GKM) Uniku serta tim PPQA UUM mengikuti secara daring.
Melalui kolaborasi tersebut, Uniku berupaya memperluas wawasan terkait praktik penjaminan mutu di tingkat internasional sekaligus memperkuat jejaring kelembagaan dengan perguruan tinggi luar negeri.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan berbagai program lanjutan, mulai dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peningkatan kualitas akademik, akreditasi hingga kolaborasi pendidikan lainnya.
Penguatan budaya mutu menjadi bagian dari komitmen Uniku untuk menghadirkan perguruan tinggi yang berkualitas, berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (Angga)








Tinggalkan Balasan