Ungkap Rasa Syukur atas Panen, Warga Desa Malang Semirang Jaga Tradisi Tenongan
INDRAMAYU, (FC).– Tradisi Tenongan Warga Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, masih terus dilestarikan.
Kondisi ini diyakini masyarakat setempat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Dalam tradisi tersebut, Warga malang Semirang berbondong-bondong menyiapkan aneka hidangan, bukan hanya saja minuman melainkan makanan yang lezat untuk dinikmati.
Kemudian, warga menata minuman, makanan dan lauk-pauk yang biasa dikonsumsi sehari-hari ke dalam tenong, wadah berbentuk silinder yang terbuat dari anyaman bambu.
Tak hanya makanan, minuman, melainkan buah-buahan untuk menghiasi Tenong Tenong tersebut.
Setelah selesai dihias, tenong dibawa menuju lapangan desa untuk dikumpulkan.
Di tempat itu, ratusan warga telah berkumpul menantikan prosesi pembagian tenong. Makanan dan minuman di dalamnya dipercaya membawa berkah bagi siapa pun yang memakannya.
“Tradisi Tenongan ini sudah berlangsung turun-temurun. Desa Malang Semirang sendiri termasuk salah satu desa utusan dari Keraton Kasepuhan. Ada catatan sejarah bahwa Buyut Nuresi, leluhur kami, merupakan utusan dari Cirebon,” ujar Rusmono Syafi’i, Kepala Desa Malang Semirang. Minggu (9/11)
Menurut Rusmono, dalam setiap tenong biasanya terdapat lauk-pauk, ayam, serta telur dalam jumlah banyak.
“Biasanya satu tenong itu untuk empat orang, dan ada istilah tenong sepetarangan, artinya telurnya lebih dari 12 butir,” jelasnya.
Ia menambahkan, di Kabupaten Indramayu saat ini hanya tersisa dua desa yang masih melestarikan tradisi Tenongan, yaitu Desa Malang Semirang dan Desa Longok.
Tradisi ini dilaksanakan setelah musim panen sadon, sehingga waktu pelaksanaannya tidak selalu sama setiap tahun.
“Biasanya kami adakan setelah panen sadon selesai. Alhamdulillah tahun ini panennya berlimpah dan penuh berkah,” ungkap Rusmono.
Menurut catatan panitia, tahun ini terdapat sekitar 300 tenong yang disiapkan warga. Seluruh tenong berasal dari masyarakat dan nantinya akan dibagikan kembali kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat tali silaturahmi.
Tradisi Tenongan tak hanya menjadi wujud syukur masyarakat desa terhadap hasil bumi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga dari generasi ke generasi di Desa Malang Semirang. (Agus Sugianto)








Tinggalkan Balasan