KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengembangan sektor usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memanfaatkan aset desa untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kuwu Desa Ciledug Kulon, H. Wawan Hermawan, mengatakan pengembangan UMKM berbasis aset desa menjadi langkah nyata dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa.

Menurutnya, setelah melakukan penataan kawasan alun-alun desa, pemerintah desa mulai mengoptimalkan berbagai aset yang dimiliki untuk membuka ruang usaha bagi para pelaku UMKM.

“Kami memanfaatkan aset desa agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan UMKM,” ujarnya, Kamis (4/6).

Wawan menjelaskan, pengelolaan setiap unit usaha desa dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tertib administrasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mengakui, berkurangnya alokasi Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir mendorong pemerintah desa untuk lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan alternatif.

“Ketika anggaran desa mengalami penurunan, kami harus mencari terobosan agar PADes dapat meningkat dan desa memiliki kemandirian ekonomi,” katanya.

Karena itu, Pemdes Ciledug Kulon terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki desa.

Potensi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus mendukung kesejahteraan warga.

“Kami mendukung setiap usaha dan program yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan desa,” tegasnya.

Selain pengembangan UMKM, pemerintah desa juga terus memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu instrumen untuk mengoptimalkan aset dan potensi ekonomi lokal.

Wawan menilai keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan peluang usaha yang tersedia.

“Transparansi, administrasi yang tertib, dan dukungan masyarakat menjadi kunci agar setiap program dapat berjalan baik serta memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut berkontribusi dalam mendorong peningkatan PADes melalui berbagai kegiatan usaha dan pemberdayaan ekonomi.

“Mari bersama-sama membangun desa dengan menggali serta mengembangkan seluruh potensi yang ada demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)