KOTA CIREBON, (FC).- Satgas Covid-19 dan Dikes Kota Cirebon mulai lakukan uji petik atau random sampling pasca dua bulan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Hasilnya, dari 100 pelajar tiap sekolah yang dilakukan uji petik berupa swab test PCR, salag satu pelajar terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada satu yang positif. Kami masih pantau perkembangan selanjutnya,” kata ketua Harian Satgas Covid-19, Agus Mulyadi, Selasa (26/10).

Agus Mulyadi yang juga menjabat Sekda Kota Cirebon menjelaskan, satu siswa yang terkonfirmasi positif, diketahui tidak bergejala. Untuk mencegah penularan semakin meluas, Dinkes Kota Cirebon langsung melakukan testing, tracing dan treatment terhadap riwayat kontak erat siswa tersebut.

“Saya sudah perintahkan dinkes bergerak cepat melacak siapa saja yang kontak erat,” ujar Gusmul demikian sapaan akrabnya kepada FC.

Meski ada yang positif, menurut dia, PTM Terbatas tetap berjalan dengan batas maksimal 50 persen dari jumlah siswa.

“Satu dari 100 artinya hanya 1 persen, jadi PTM tetap berjalan, kecuali lebih dari itu,” paparnya.

Namun, pihaknya sudah meminta kepada sekolah untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) selama proses PTM. Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan Covid-19. “Prokes lebih disiplin lagi, jangan lengah,” ujar dia.

Hasil evaluasi dengan Disdik, Kementerian Agama dan Cabang Dinas Pendidikan X Jabar, kata dia, diklaim proses PTM Terbatas berjalan dengan baik.

“Hasil evaluasi sudah bagus baik dari sistem PTM dan prokes yang diterapkan di sekolah,” tandasnya. (Agus)