KOTA CIREBON, (FC).- Kehadiran KRI Dewa Ruci di Kota Cirebon tidak hanya membawa atau menghadirkan wisata dadakan bagi masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Tetapi KRI Dewa Ruci hadir membawa dan mensosialisasikan program Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Program KBN merupakan program unggulan dari TNI AL ,dimana TNI mempunyai kepedulian terhadap potensi Sumber Daya Alam di pesisir pantai dan kepedulian terhadap nelayan yang hidup di sekitar pantai.

Program KBN mengusung 5 klaster yaitu klaster ekonomi, edukasi, pariwisata, kesehatan, ketahanan. Dengan KBN tersebut TNI AL menggandeng Pemerinta Daerah dan juga Perguruan Tinggi atau akademisi, untuk mensukseskan program tersebut.

Diawali dengan talkshow dengan mengundang beberapa pembicara yang ahli dibidangnya. Diantara pemateri yang talkshow itu adalah Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon, untuk mensinergikan, menyampaikan, mensosialisasikan program KBN dan kemudian untuk ditindaklanjuti.

Atas hal itu, kemudian Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati atau Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati meminta Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) untuk menindaklanjuti.

Sejalan dengan inisiasi dari Ketua Yayasan, Rektor UGJ menyambut baik dan secara aktif berhubungan dengan TNI AL, yang kemudian Rektor dalam acara Silaturahim dan Ramah Tamah menyampaikan kesiapannya dalam mensukseskan program KBN yang juga didukung oleh YPSGJ.

Melalui Wakil Rektor 4 Bidang Humas dan Kerjasama, kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Lanal Cirebon untuk menyusun draft MoU antara TNI AL , Rektor UGJ dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam hal ini Walikota Cirebon.

Harapannya dengan kerjasama 3 pihak ini akan terwujud dan terlaksana dan terimplementasikan program KBN di Kota Cirebon. Dimana UGJ dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Indonesia Hebat yang juga memotori upaya-upaya untuk akselerasi percepatan di berbagai bidang.

Ditanya disela-sela acara Silaturahim dan Ramah tamah dengan komponen TNI AL yang dihadiri oleh, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, beserta pengurus YPSGj Laksamana Pertama TNI Supardi Kadisjahrahal, Kol. Laut (P) Oc. Budi Susanto, SH., M.Si Sekdispotmaral, Drs. H. Nashrudin Azis, SH Walikota Cirebon, Letkol. Laut (P) Afif Yuhardi Putera Komandan Lanal Cirebon, dan Letkol. Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso Komandan KRI Dewa Ruci, KGA. Sultan Mohammad Saladin, Sultan Kanoman ke XII, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si Rektor UGJ beserta para pimpinan UGJ.

Rektor UGJ Mukarto Siswoyo mengatakan, UGJ siap bekerjasama, berkolaborasi dan berkontribusi bagi suksesnya program KBN yang digagas oleh TNI AL.

“Ternyata persoalan hutan bakau bukan hanya persoalan manfaatnya untuk menahan abrasi dari air laut, tetapi ternyata hutan bakau dapat dikelola untuk budidaya ikan dan kepiting.

Hal ini, jelasnya, berorientasi pada peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat nelayan.

Pihaknya sangat berantusias untuk segera mengimplementasikan menandatangani MoU dengan pihak TNI AL dan Walikota Cirebon.

“Tentu semua ini atas dukungan dan inisiasi dari Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon,” pungkasnya. (Agus)