KOTA CIREBON, (FC).- Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) terus berupaya meningkatkan budaya riset. Tujuannya mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki untuk pengembangan kampus.

Demikian diungkapkan oleh Rektor UGJ, Prof Dr H Mukarto Siswoyo Drs MSi dalam pembukaan Gebyar Riset Unggulan UGJ, di Auditorium UGJ pada Rabu (15/3).

Gebyar Riset Unggulan UGJ ini, lanjut Prof Mukarto, merupakan agenda penting dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Spirit Gebyar Riset sejalan dengan visi UGJ sebagai perguruan tinggi yang siap menuju tataran global.

Salah satu komponen penting dalam memajukan UGJ, ialah kinerja dosen di bidang penelitian dan publikasi ilmia. “Sebab itu, semua komponen terutama kita para dosen mesti bukan hanya pada tataran knowledge tapi juga pada tataran afeksi,” katanya.Mukarto menambahkan, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) dan UGJ telah menerapkan kebijakan yang signifikan dalam mendukung kinerja doses di bidang penelitian.

“Acara ini merupakan satu bentuk dimana lembaga (UGJ) memberikan penghargaan dan ucapan teritama atas kinerja para dosen di bidang penelitian dan publikasi ilmia,” katanya.

Berkat produktivitas penelitian dan publikasi ilmia para dosen, UGJ berhasil menjadi kampus dengan ranking 70 terbaik perguruan tinggi swasta/negeri se Indonesia versi EduRank. “Karena dengan kinerja di bidang penelitian bapak/ibu (dosen) UGJ bertengger di klaster utama dalam klaster penelitian,” jelas Mukarto.

Dikataknnya juga, saat ini ada penerimaan mahasiswa baru dengan program Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau).

Disebutkannya, RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan formal dan untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu.“Ada 15 prodi S1dan S2 yang dibuka untuk masyarakat, dari kalangan manapun untuk kuliah melanjutkan. Artinya, kuliah jalur RPL ini tidak harus 4 tahun,” jelasnya.

Mereka yang sudah bekerja, baik negeri maupun swasta, yang pernah kuliah tapi tidak selesai tapi punya transkrip nilai, tinggal melanjutkan saja.

Kemudian yang punya portofolio, contohnya TNI-Polri yang sudah mengabdi puluhan tahun pernah ikut pelatihan, punya sertifikat tertentu, pernah melatih, itu akan diperhitungkan dan akan diakui melalui assessment dari assessor yang ada.

“Boleh jadi setelah ada penilaian dari assessor, mereka akan masuk kuliah pada semsester 4. 5 atau 6. Sehingga mereka bisa cepat selasai kuliah,” imbuhnya.Sementara itu, Plh Kepala Lembaga Penelitian (UGJ) UGJ sekaligus Ketua Panitia Gebyar Riset Unggulan UGJ, Dedi M Siddiq SH MPD PGDip PhD menjelaskan, Gebyar Riset digelar dalam rangka meningkatkan kompetensi riset bagi dosen.

Menurut Dedi, Lemlit UGJ berkomitmen meningkatkan keterampilan pada dosen dalam penelitian dan publikasi ilmia. “Kami dan Rektor UGJ berkomitmen bagaimana mendongkrak budaya riset dosen untuk mengoptimalisasikan segala potensi yang dimiliki UGJ,” jelasnya.

Dalam Gebyar Riset Unggulan UGJ diisi dengan Seminar Riset dengan narasumber Rektor Uninus, Prof Dr H Prof Dr H Obsatar Sinaga SIP MSi dan Rektor UGJ, Prof Dr H Mukarto Siswoyo Drs MSi.

Selain itu juga digelar penyerahan sejumlah penghargaan kepada fakultas, pusat studi, pengelola jurnal ilmia serta dosen peneliti terbaik tingkat universitas dan tingkat program studi. (Agus)