KUNINGAN, (FC).- Upaya menciptakan lingkungan keluarga sehat di Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, tidak cukup hanya dengan imbauan agar warga berhenti merokok.

Mahasiswa Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) memilih memperkuat peran kader kesehatan sebagai penggerak perubahan perilaku di masyarakat.

Melalui program Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II, mahasiswa kelompok 3 UBHI menggelar pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bersama kader kesehatan Desa Citapen, Sabtu (8/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Rumah Bebas Asap Rokok (RUMBESAKO) yang digagas mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Citapen.

Dalam pelatihan itu, para kader diperkenalkan dengan teknik terapi SEFT sebagai salah satu pendekatan pendukung untuk membantu mengelola tekanan emosional dan stres.

Bekal tersebut diharapkan dapat menunjang peran kader saat melakukan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan, program RUMBESAKO tidak hanya berfokus pada larangan merokok, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar rumah menjadi ruang yang aman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga.

Pasalnya, kebiasaan merokok di dalam rumah berpotensi membuat anggota keluarga lain ikut terpapar asap rokok. Karena itu, perubahan kebiasaan menjadi langkah penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

Kepala Desa Citapen, Uri, menyambut positif program yang dibawa mahasiswa PBL II UBHI tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan edukasi penting bagi masyarakat mengenai dampak asap rokok terhadap kesehatan keluarga.

“Abdi ngadugikeun apresiasi nu sa ageung-ageungna ka mahasiswa mahasiswi PBL II Universitas Bhakti Husada Indonesia nu parantos nyayogikeun program Rumah Bebas Asap Roko atanapi mun disingget janten RUMBESAKO di Desa Citapen,” ujar Uri.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan PBL, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan program ieu tiasa mawa manfaat sareng masihan dampak nu sae bagi masyarakat di Desa Citapen, khususna dina ningkatkeun kesadaran kanggo henteu ngaroko di lebet bumi supados kesehatan keluarga langkung kajaga,” katanya.

Menurut Uri, keterlibatan mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan menjadi bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan kesadaran masyarakat desa.

Sementara itu, mahasiswa PBL II UBHI menempatkan kader kesehatan sebagai ujung tombak keberlanjutan program RUMBESAKO. Kader diharapkan mampu melanjutkan edukasi kepada warga meski kegiatan pengabdian mahasiswa telah selesai.

Dengan keterlibatan kader, RUMBESAKO diharapkan tidak hanya menjadi program sementara, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat dalam membangun pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Pelatihan SEFT menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas kader dalam mendampingi masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan perilaku terkait kebiasaan merokok.

Program RUMBESAKO dilaksanakan mahasiswa PBL II kelompok 3 UBHI yang terdiri dari Dila Nurfadila, Euis Siti Kholisoh, Ifaz Fajar Abdillah, Malika Rafa Nurfathonah, Nawal Yunika, Nida Fadhilah, Reiyhan Ardeliantie, Sulaeman Fadil, Windi Noviardani, dan Zelvia Leticia Oliveira Ximenes.

Melalui program tersebut, mahasiswa membawa pesan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi harus menjadi ruang paling aman bagi kesehatan seluruh anggota keluarga. (Angga)