Tugu Ikonik di Depan Gedung Bale Jaya Dewata Ditabrak Truk
KOTA CIREBON, (FC).- Belum lama dibangun, tugu yang menjadi salah satu wajah baru Kota Cirebon di kawasan Bundaran depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Bale Jaya Dewata, Kota Cirebon rusak akibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa, 27 Januari 2026 dini hari.
Ikon kota yang sarat makna itu hancur setelah ditabrak sebuah truk box saat jalanan masih lengang pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, tugu yang berlokasi di Jalan Siliwangi Cirebon itu ditabrak truk jenis colt diesel bernomor polisi B 9453 JXR.
Kecelakaan tunggal itu merusakkan pula taman tempat tugu itu berada. Kanit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota, Ipda Rian Marfilianto memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Kendaraan Mitsubishi truk box nomor polisi B 9453 JXR menabrak taman di area Bundaran Bakorwil. Korban nihil, hanya kerusakan kendaraan dan taman,” ungkap Rian.
Sebelum menabrak taman dan tugu, truk diduga melaju dari arah Indramayu menuju wilayah Jawa Tengah.
Arah benturan memperkuat dugaan, terlihat dari posisi tugu di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata, Krucuk, Kota Cirebon, yang menghadap ke utara dan kini tampak hancur di bagian tengah.
Kerusakan paling parah terlihat pada struktur utama tugu. Dua pilar beton melengkung berwarna putih yang menyerupai udang tampak patah dan retak.
Bagian dasar tugu yang tersusun dari bata merah hancur berantakan, menyisakan tumpukan bata, tanah, serta serpihan material yang berserakan di area taman.
Selain merusak taman dan tugu, truk yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan cukup serius.
Bumper depan ringsek ke dalam, lampu kiri pecah, dan kaca depan retak di sisi kanan. Truk itu tercatat masih memiliki masa berlaku STNK hingga April 2027.
Rian menambahkan, kendaraan beserta sopir telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Barang bukti kendaraan dan sopir sudah kami amankan di Kantor Laka Lantas,” ucapnya.
Mengingat taman dan tugu tersebut merupakan hasil program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon pada Oktober 2025, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan pihak KAI.
“Taman itu merupakan CSR KAI ke Pemkot Cirebon, kami sudah menghubungi pihak KAI dan sudah bertemu dengan sopir truk,” jelasnya.
Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, penataan taman tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan warga Cirebon, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Tugu ikonik itu mengusung filosofi mendalam. Desain stilasi udang dan kapal melambangkan Cirebon sebagai Kota Udang serta budaya maritim pesisir. (Agus)








Tinggalkan Balasan