LEMAHWUNGKUK, (FC).- Keberadaan truk muatan yang sudah dianggap tua dikeluhkan oleh publik. Pasalnya, dari kondisi truk yang biasa mengangkut terigu ataupun pupuk dianggap sudah tidak layak jalan. 

Praktisi Hukum, Agus Prayoga lewat akun media sosialnya yang mengunggah truk tersebut mengeluhkan dengan ketidak tegasan aparat yang masih memperbolehkan truk tersebut terus beroperasi. 

Dalam unggahanya, pria yang akrab disapa kang Ayo ini menuliskan “mohon maaf adakah yang tahu kendaraan spt ini ada dikota mana, hoax atau bukan? Salahkah saya mempertanyakan mengapa masih ada, apakah hal spt ini masih layak atau hrs menunggu ada korban dulu? 

Kemana pr aparat terkait atau mereka yg kadang lantang menyoal sesuatu yang bukan porsinya melainkan ada pesanan sponsor”, begitu tulisannya sambil menunjukan foto dan memvideokan kondisi truk bermuatan terigu. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota AKP Fitra Zuanda saat dihubungi Via pesan singkat WhatsAp, Senin (10/2) menuturkan, mengenai kewenangan operasional angkutan ada pada Dinas Perhubungan. Kalaupun bilamana diperlukan, Satlantas harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dishub untuk melakukan penindakan. 

“Paling kita (Satlantas) bisa himbau jangan digunakan dahulu apabila kondisinya betul-betul tidak layak. Kalau pun kita harus melakukan tindakan, tentunya harus berkoordinasi dulu dengan Dishub,” tutur Fitra kepada FC. 

Fitra mengakui, untuk Uji KIR merupakan kewenangan Dishub, dan Pihak Satlantas tidak bisa mengganggu ataupun intervensi terkait uji kelayakan kendaraan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan. 

“Untuk koordinasi dengan Dishub kita sering, bahkan kita juga sering Operasi bareng yaitu razia Odol (over dimensi over load),” ujar Fitra. 

Trukk angkutan yang biasa beroperasi dari Jalan Yos Sudarso menuju Jalan Kalijaga Kota Cirebon banyak dipersoalkan oleh masyarakat.

 Truk tersebut sering kali mengalami mogok ditengah jalan, bahkan tidak jarang pula terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. 

Warsun, tukang becak yang sehari-hari mangkal dan melintasi jalan tersebut merasa was-was apabila trukk itu lewat atau berada tepat disampingnya. 

Menurutnya, bak trukk yang sudah reot sangat mengkhawatirkan, terlebih jika truk tersebut penuh dengan muatan. 

“Iya saya takut kalau ada truk itu lewat, apalagi kalau saya lagi jalan terus ada disamping saya, takutnya ambruk saja bak nya. Mending kalau gak ada muatan, lah kalau ada muatannya bisa bahaya,” ujarnya.  Sampai dengan saat ini, pihak Dinas Perhubungan Kota Cirebon masih belum mengambil keputusan ataupun tindakan terkait truk apakah masih layak jalan atau tidak, sehingga menimbulkan pertanyaan dari sejumlah masyarakat apakah uji KIR yang menjadi kewenangan Dishub tersebut dijalankan atau tidak. (Muslimin)