KAB. CIREBON, (FC).- Pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Cirebon Raya di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat terealisasi.

Hal itu dikarenakan anggaran yang pembangunan TPPAS tersebut harus tertunda akibat terkena refocusing anggaran penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

“Sampai sekarang belum dapat di eksekusi sama sekali, karena anggaran infrastruktur untuk pembangunan TPPAS tersebut dipangkas akibat tergeser untuk penanganan Covid-19,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady saat kunjungan ke Kabupaten Cirebon, Minggu (21/6).

Lebih lanjut disampaikan Daddy, TPPAS Cirebon Raya sebelumnya termasuk menjadi salah satu proyek besar dan tahun ini diprioritaskan pelaksanaannya. Namun harap Daddy jangan seperti di TPPAS Lulut Nambo Bogor dan Legok Nangka Bandung yang belum terealisasi.

“Berharap tidak sama dengan nasib kedua TPPAS, pertama Lulut Nambo dan kedua Legok Nangka. Dan saya tidak ingin kegagalan terulang di Cirebon,” ungkapnya.

Masih disampaikan Daddy, pihaknya menyebutkan jika lokasi TPPAS regional bagi wilayah Cirebon dan sekitarnya ini sudah fix di Kecamatan Ciwaringin.

“TPPAS Cirebon Raya itu seluas 40 hektar. Karena akan mengcover bagi wilayah Cirebon dan Indramayu, apalagi Majalengka dan Kuningan rencananya akan masuk ke bagian dari yang memanfaatkan TPPAS tersebut,” jelasnya.

Kalau terkait dengan typing fee, Daddy mengakhiri, belum terumuskan secara utuh dengan pemerintah daerah setempat (Kabupaten Cirebon,-red) maupun pemerintah daerah lainnya yang hendak menggunakan TPPAS tersebut.

Sehingga mesti ada langkah-langkah pembicaraan lebih lanjut untuk hal itu. “Typing fee juga belum ada obrolan sama pemerintah disini,” tukasnya. (Gofar)