KAB.CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon H Imron dan Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman terus melakukan langkah strategis menangani segala problematika wilayah dan keinginan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Walaupun di tahun 2025 – 2026 pemerintah sedang getol-getol nya melakukan efesiensi anggaran, tetapi di bawah komando Bupati dan Wakil Bupati Cirebon bisa tetap menjaga stabilitas wilayah dengan tetap memperhatikan semua kepentingan masyarakat Kabupaten Cirebon, utamanya pelayanan publik, dan Infrastruktur.

“Ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian serius di Pemerintahan Kabupaten Cirebon saat ini,” kata Tokoh Muda Kabupaten Cirebon, Suhana, Sabtu (20/12).

Kang Nana sapaan akrabnya menyebut dunia pendidikan menjadi catatan yang perlu dievaluasi, pasalnya masih maraknya kasus asusila di dunia pendidikan, maraknya gratifikasi, kemudian genk konten siswa di tingkat pratama.

“Ini jelas bahwa Kepala Dinas Pendidikan gagal dalam melakukan membina kepada para pegawainya. Banyak dicederai dunia pendidikan saat ini. Artinya, Kadisdik ini sudah gagal membawa dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon ke arah yang baik,” katanya.

Selain dunia pendidikan, dari sisi perencanaan dan penganggaran masih jauh dari keberpihakan kepada kepentingan umum, kata dia, lebih terhadap kajian dan konsep tanpa output yang jelas.

“Ini jelas kegagalan kedua, yaitu datangnya dari seorang Kepala Badan Perencanaan Daerahnya,” kata dia.

Ia menyoroti perencanaan yang banyak belum terpenuhi, seperti penerangan jalan umum, persampahan dan olahraga yang jelas-jelas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Saya harap Bupati dan Wakil Bupati bisa mengevaluasi kedua instansi tersebut karena kami anggap gagal,” tegasnya.

Kang Nana berharap SKPD di lingkungan Pemkab Cirebon untuk terus bisa memaksimalkan kinerja dan membuat trobosan baru yang berfokus kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Cirebon, sesuai cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Cirebon untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Utamakan kepentingan masyarakat, ketimbang yang dibesarkan ego sektoral,” tandasnya. (Ghofar)