Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, KPU Kabupaten Cirebon Lakukan Survei IHM
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon lakukan survei Indeks Harapan Memilih (IHM) dalam rangka tingkatkan Partisipasi Masyarakat (Parmas) menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ketua KPU Kabupaten Cirebon Sopidi mengatakan, IHM merupakan alat ukur tingkat peluang pemilih untuk datang ke TPS di Pemilu yang akan datang.
Disebutkannya, melalui penyebaran kuisioner melalui survei online terhadap masyarakat umum dapat mengetahun dan mendata kondisi yang dihadapi pemilih.
“Nantinya, hasil atau data tersebut dapat digunakan untuk pembuatan kebijakan dan strategi organisasi untuk meningkatkan Parmas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dimasa yang akan datang maupun pemilihan-pemilihan lainnya,” ujar Sopidi, Ranu (9/12).
Meski partisipasi masyarakat Cirebon sudah cukup baik dalam Pemilu 2019 kemarin, yaitu sebanyak 74 persen dari target Nasional 77,5 persen.
Namun, sambung Sopidi, perlu dilakukan peningkatan, karena masih berada dibawah rata-rata. Sehingga, KPU Kabupaten Cirebon membagikan kuisioner yang berisikan 7 hal mendasar perihal pemilu.
“Terdapat beberapa pertanyaan mendasar pemilu yang salah satunya adalah kriteria pemimpin yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat,” beber Sopidi.
Dari total responden 889 orang yang menjawab pertanyaan tersebut, 19 persen orang menyatakan, kriteria yang wajib dimiliki pemimpin adalah bertanggung jawab.
“Lalu, pada posisi kedua dan ketiga dengan jumlah yang sama yaitu 16 persen adalah amanah dan jujur atau tidak Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN),” jelasnya.
Sedangkan, hasil dari pertanyaan lainnya yaitu penentu tingkat keberhasilan Pemilu diposisi pertama adalah prinsip langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil) dengan poin 26 persen, dan posisi kedua tidak golput dengan poin 19 persen.
Lalu, pertanyaan lainnya yang tidak kalah penting adalah bila tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), apakah pemilih akan tetap memilih dengan KTP-Elektronik sesuai domisili.
“Jawaban responden pun cukup baik yaitu, sebanyak 96 persen orang akan tetap memilih dan 4 persen diantaranya tidak memilih,” bebernya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPU Husnul Khotimah menjelaskan nantinya akan dilakukan survei berdasarkan kelompok usia terutama bagi kelompok calon pemilih muda.
“Secara umum Cirebon sudah bagus tapi dibandingkan dengan daerah lainnya yang juga alami kenaikan yang cukup baik, dan jauh dari angka rata-rata nasional, tetap perlu dilakukan upaya-upaya,” ungkapnya.
Dan, sambung Husnul, calon pemilih muda yang menjadi target atau sasaran penting. Karena, menurut Husnul calon pemilih muda yang kedepannya akan menentukan arah berjalannya bangsa.
“Makanya, dalam meningkatkan Parmas Cirebon tidak hanya KPU melainkan dengan menggandeng stakeholder penting yaitu media dan juga instansi pendidikan. Juga Pemerintah Daerah (Pemda), Organisasi Masyarakat (Ormas), seluruh SKPD, partai Politik (Parpol), juga secara internal Sumber Daya Manusia (SDM) KPU pun tetap dilakukan,” jelasn Husnul.
Dalam hal ini KPU sudah melakukan kerjasama dengan beberapa kampus yaitu IAI BBC Cirebon, STIT Butet, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan di hari kamis esok akan segera lakukan kerjasama dengan UMC.
Dengan media pun, terdapat Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Media massa baik online maupun koran, dan lainnya, untuk memboomingkan isu lokal yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Kami berharap Parmas dalam Pemilu yang akan datang di tahun 2024 meningkat.,” tandanya. (Sarrah/Job/FC)








Tinggalkan Balasan