KAB. CIREBON, (FC).- Sebanyak 8 warga RW 01 dan 10 Pesisir Kelurahan Panjunan yang reaktif terhadap rapid test pada 4 Juni lalu, telah dilakukan tes swab PCR, di RSD Gunung Jati dengan hasil semuanya negatif Covid-19. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon Edi Sugiarto.

Menurutnya dengan hasil negatif ini, tidak serta merta mereka terbebas 100 persen terhadap Covid-19. Tapi sesuai standar operasional prosedur (SOP), untuk memastikannya akan dites ulang PCR.

“Alhamdulillah semuanya negatif, tapi tetap kita akan memakai prosedur untuk melakukan test swab ulang,” jelasnya kepada FC, Selasa (9/6).

Edi menyebutkan, sebenarnya ada 11 orang yang test swab PCR. Dari yang reaktif pada rapid test massal di Pesisir sebanyak 8 orang, dan 3 orang yang melakukan kontak erat dengan warga yang positif terpapar Covid-19. Sementara ada 2 warga lainnya yang kontak erat namun belum datang untuk test swab.

Edi juga menyampaikan, pihaknya kembali akan menggelar rapid test massal Hari Rabu dan Kamis ini.

Kali ini menyasar pedagang dan pembeli di sejumlah pasar tradisional. Karena mereka adalah orang-orang yang berkerumun dan berpotensi terpapar Covid-19.

“Kita terus berupaya memperbanyak rapid test, guna mencegah penyebaran dan penanganan yang tepat terhadap pandemi Covid-19 di Kota Cirebon,” imbuhnya.

Sementara Dirut RSD Gunung Jati Cirebon Ismail Jamaludin menambahkan, pihaknya saat ini sudah mengoperasikan unit PCR untuk memproses sampel swab. Semua prosedur, SDM dan persyaratan lain pengoperasian PCR sudah terpenuhi.

“Kita sudah mulai menerima sampel swab pada Tanggal 28 Mei lalu, dan sampai 6 Juni kemarin sudah menerima 13 pasien. Pasien ini merupakan rekomendasi dari Dinkes Kota Cirebon untuk diperiksa swab-nya. Dan hasilnya semua negatif,” ucap Ismail.

Terkait unit PCR yang ada di rumah sakit yang dipimpinnya, Ismail menjelaskan, kapasitas maksimal PCR adalah 96 sampel swab tiap satu kali running. Untuk sementara pengambilan sampel tiap hari secara normalnya melayani 40 hingga 50 sampel.

“Dari data yang ada, sudah sekitar 200 sampel yang kita periksa dengan PCR. Kita siap menerima sampel sampai kapasitas maksimal,” pungkas. (gus)