KOTA CIREBON, (FC).- Mengikuti instruksi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Provinsi Jabar, Terminal Tipe A Harjamukti kembali melayani dalam pengoperasian sebagai terminal antar kota antar provinsi (AKAP).

Kepala Terminal Harjamukti Komarudin mengatakan, pengoperasian terminal dilakukan sejak seminggu kemarin. Meskipun terbatas hanya tujuan daerah zona hijau dan biru saja, pengoperasian ini diharapkan bisa membantu kelancaran mobilitas masyarakat.

“Iya sementara ini kita melayani bus dengan tujuan bukan zona merah,” jelas Komarudin kepada FC, Kamis (18/6).

Disebutkannya, mayoritas bus AKDP maupun AKAP dengan pemberangkatan tujuan Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur, kecuali Surabaya karena masih zona merah.

Sementara untuk Bodetabek dan arah tujuan wilayah selatan seperti Tasikmalaya dan Ciamis, sepi penumpang walaupun sudah dibuka operasionalnya.

Dibeberkannya, keberangkatan bus AKAP dari Terminal Harjamukti ada 37 bus dan hanya membawa 70 penumpang saja. Demikian pula dengan bus AKDP yang beroperasi 20 bus dengan 60 penumpang per harinya.

Walau begitu, pihaknya tetap mengingatkan awak bus, agar kapasitas kursi hanya bisa diisi 50 persen saja. Dan kenyataannya bus tetap kosong, karena sepi penumpang .

Protokol kesehatan juga masih menjadi aturan baku baginya, penumpang harus cuci tangan, pengukuran suhu dan wajib memakai masker. Kemudian menunjukkan surat keterangan izin masuk (SIKM) dan keterangan sehat dari instansi terkait.

“Bila ada penumpang yang tidak mengikuti aturan, kita dengan tegas melarangnya untuk naik bus,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, salah seorang penumpang bus Sumarna (55) menyambut baik pengoperasian kembali terminal. Pasalnya, dia harus bolak balik ke Yogyakarta untuk menjenguk anaknya yang kuliah dengan menggunakan travel.

“Alhamdulillah, bus sudah beroperasi bisa dapat tranportasi murah dibandingkan dengan memakai travel,” pungkasnya.

Pada bagian lain, Komarudin menginformasikan bahwa terminal yang dipimpinnya juga akan dilakukan revitalisasi. Dan revitalisasi ini menjadi tanggung jawab langsung dari kemenhub. Dengan anggaran dari APBN karena Terminal Harjamukti merupakan terminal tipe A.

“Pembangunannya secara bertahap, dengan nilai sekitar Rp49 milyar. Nantinya sistem keamanan dengan sistem online, pengaturan kedatangan dan keberangkatan bus akan lebih teratur, ruang tunggu yang nyaman. Dan direncanakan juga ada hotel yang terintegrasi dengan terminal,” ungkapnya.

Komarudin sedikit menerangkan tahapan revitalisasi ini. Diantaranya pembangunan utama pada lantai 1 dan 2, bangunan penunjang untuk bengkel bus, mess sopir dan tempat genset dan pekerjaan landscape terminal.

“Tahun ini, kata dia, baru dikucurkan Rp20 milyar. Sisanya tahun depan,” terang Komarudin yang sebelumnya menjabat Kepala Terminal Kuningan ini.

Dalam proyek revitalisasi ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada manajemen PO Bus dan pedagang. Mereka sudah paham dan siap bekerjasama demi kelancaran pekerjaan.

“Secara keseluruhan, revitalisasi ini tidak menggangu aktifitas terminal,” imbuhnyanya. (gus)