KOTA CIREBON, (FC).- Kerusakan jalan di Kota Cirebon coba diperbaiki oleh dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon, dengan mengintensifkan pemeliharaan jalan di sejumlah titik di Kota Cirebon.

Kadis PUPR Syaroni kepada FC, Kamis (10/6) menyampaikan, pihaknya terus intensifkan pemeliharaan jalan.

Pemeliharaan jalan ini dilakukan antara lain dengan cara melakukan tambal sulam lubang-lubang jalan yang tidak terlalu dalam.

Dikatakan mantan Kepala ULP ini, kerusakan banyak terjadi di wilayah selatan kota, terutama di Kelurahan Argasunya.

Dan perbaikan seharusnya secara menyeluruh, namun terkendala anggaran yang terkena recofusing, sehingga hanya tambal sulam saja.

“Wilayah selatan itu kerusakannya hanya bisa diperbaiki melalui perbaikan jalan yang menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, adanya recofusing atau penyesuaian anggaran di Dinas PUPR sendiri pada 2021 ini mencapai Rp18,7 miliar, yaitu penyesuaian pertama mencapai Rp 11,9 miliar dan penyesuaian yang kedua mencapai Rp 6,8 miliar.

“Hal ini membuat kegiatan perbaikan jalan tertunda. Meski anggaran untuk pemeliharaan jalan tidak terlalu signifikan, namun kami upayakan titik-titik yang sering dilintasi masyarakat untuk ditambal,” tuturnya.

Titik-titik ini antara lain di Jalan Cangkring Kecamatan Kejaksan, Jalan Sutomo Kecamatan Kejaksan, juga di Jalan Pronggol Kecamatan Lemahwungkuk.

“Tim kami keliling untuk menambal lubang-lubang itu. Kami harapkan masyarakat bisa memahami persoalan ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu titik yang dilakukan pemeliharaan oleh Dinas PUPR adalah jalan Pronggol, tepatnya di jembatan dekat kantor Kecamatan Lemahwungkuk.

Ketua Forum Masyarakat Pegambiran, Ratno Supriyatno mengatakan, perlunya jalan tersebut diperbaiki agar meminimalisir kejadian kecelakaan dan membuatt nyaman pengguna jalan.

“Akhirnya kami usulkan dan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk membuat surat ke Dinas PUPR dan kemarin sudah mulai diperbaiki,” kata Ratno.

Pria yang akrab disapa Nano ini menambahkan, Forum Masyarakat Pegambiran saat itu meminta Dinas PUPR Kota Cirebon untuk menjadikan jalan rusak ini menjadi skala prioritas.

“Apalagi di sini banyak dilintasi mobil yang ukurannya besar,” tandasnya. (Agus)