MAJALENGKA, (FC).- Bupati Majalengka H.Karna Sobahi sudah memerintahkan Kadis PUTR Agus Tamim segera menangani jalan poros di Blok Putbar Desa Ligung Lor Kecamatan Ligung yang terputus akibat abrasi Sungai Cikeruh.

Karena kalau tidak segera di tangani kasihan masyarakat yang ada di sana terganggu aktifitasnya. Pernyataan ini disampaikan Bupati Karna kepada wartawan seusai menghadiri pisah sambut Kapolres Majalengka, pada Kamis kemarin.

Dalam penjelasan Bupati Karna menegaskan, bahwa musibah tanah longsor, abrasi, pergerakan tanah dan musibah tang lainnya saat ini kerap kali menimpa di wilayah Kabupaten Majalengka.

Sementara kewenangan perbaikannya tidak semuanya tanggungjawab Pemkab Majalengka, khususnya longsor atau abrasi yang disebabkan oleh aliran sungai, kewenangan nya ada di Pemerintahan Pusat atau BBWS.Namun walaupun demikian untuk akses jalan porosnya akan menjadi perhatian Pemkab Majalengka.

“Untuk jalan poros yang terputus di Desa Ligung Lor, saya sudah perintahkan Kadis PUTR Agus Tamim untuk segera menanganinya agar aktifitas warga di sana tidak terganggu,” kata Bupati Karna kepada sejumlah awak media.

Terpisah Camat Ligung H Ida Heriyani menegaskan bahwa kejadian abrasi Sungai Cikeruh yang berlokasi di Blok Putbar Desa Ligung Lor Kecamatan Ligung sudah di laporkan ke Bupati Majalengka. Informasi yang didapat bahwa jalan poros itu akan segera di tangani, cuman tinggal menunggu waktu saja.

“Insya Allah segera di tangani, masyarakat diharap bersabar, karena yang namanya menangani bencana longsor akibat abrasi perlu kajian yang mendalam, tidak asal asalan di perbaiki,” ujar Camat Ida, saat di mintai komentarnya tekait abrasi di Blok Putbar,” Sabtu (8/4).Terpisah Kades Ligung Lor Rasmin, memohon kepada pemerintah agar segera menangani jalan poros yang terputus akibat abrasi Sungai Cikeruh. Takutnya kalau tidak segera ditangani maka abrasi akan semakin meluas.

“Abrasi ini bukan saja memutuskan jalan poros, yang menghubungkan beberapa desa, namun juga sudah mengancam rumah warga. Saat ini jarak longsoran dengan rumah warga sudah cukup dekat, kalau tidak segera ditangani maka dikhawatirkan rumah warga yang dekat dengan bibir Sungai Cikeruh turut tergerus,” pungkas Kades Rasmin. (Munadi)