INDRAMAYU, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melakukan evaluasi penginputan Data Web Aksi Bangda Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS), evaluasi penginputan tersebut dilakukan untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Indramayu, Suhartati, mengatakan, evaluasi itu merupakan tindak lanjut agenda monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) 2026.

Selain itu, menurut dia, evaluasi tersebut juga menjadi langkah persiapan Pemkab Indramayu bersama stakeholder terkait menjelang monitoring dan evaluasi penanganan stunting di tingkat Jawa Barat.

“Keterpaduan data antar instansi menjadi kunci utama untuk memastikan pelaporan daerah di tingkat provinsi berjalan optimal,” kata Suhartati saat ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (5/8/2026).

Ia mengatakan, proses evaluasi data itu melibatkan perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DP2KBP3A Kabupaten Indramayu serta operator dari perangkat daerah terkait.

Rakor tersebut tampak dihadiri tiga unsur TP3S tingkat kecamatan, yakni perwakilan pemerintah kecamatan, Puskesmas, dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

“Kami memeriksa keabsahan data yang telah diunggah ke sistem Web Aksi Bangda sekaligus memetakan kendala teknis yang dihadapi operator saat menginput data dari lapangan,” ujar Suhartati.

Pihaknya mengakui, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Indramayu membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh perangkat daerah hingga tiga unsur TP3S di tingkat kecamatan.

Terutama untuk memastikan kualitas san ketepatan penginputan data Web Aksi Bangda Stunting sebagai upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Indramayu.

Ia menyampaikan, rakor kali ini juga untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus menyamakan persepsi dalam proses penginputan data Web Aksi Bangda Stunting.

Suhartati berharap, rakor tersebut membuat seluruh data yang disajikan dalam Web Aksi Bangda tersusun secara lengkap, akurat, dan tepat waktu, karena seluruh stakeholder telah memiliki persepsi yang sama.

“Data ini menjadi dasar penting untuk pengambilan kebijakan yang efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya. (Agus Sugianto)