Begitu juga aspirasi umat, yang pastinya akan lebih bermartabat lagi jika semuanya dapat diputuskan lewat jalur politik.

“Jadi jangan menyalahkan orang lain kalau ada situasi politik yang dianggap para kiyai tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Jangan sampai nasi sudah menjadi bubur baru teriak. Tapi dalam proses ‘mengolah nasi’ menjadi bubur para kiyai apriori. Tidak ada cara lain kecuali dengan mekanisme yang diatur undang- undang yakni dengan proses politik,” tegas Kang Uu.

Kang Uu juga menambahkan, kalau sebaik- baiknya umat adalah umat yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Maka orang- orang yang berprinsip demikianlah yang harus aktif di perpolitikan.

“Menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran juga harus dengan kewenangan dan Daulah. Siapa yang punya kewenangan dan Daulah (dalam tata negara) ialah eksekutif dan legislatif,” timpal Dia.

Maka, hadirnya sosok ulama dalam perpolitikan, juga hendaknya menjadi teladan bagi umat. Kehadiran ulama dalam politik, seharusnya bisa mewarnai politik kekuasaan menjadi harmonis, bukan malah menambah kontras permusuhan antar- golongan atau antar- partai. Hal ini yang seharusnya diperhatikan oleh ulama.