KAB. CIREBON, (FC).– Aksi tawuran antarkelompok pelajar menggunakan senjata tajam yang videonya viral di media sosial berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polresta Cirebon. Polisi mengamankan empat pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Keempat pelaku masing-masing berinisial WH, SB, DS dan HD. Seluruhnya masih berstatus pelajar dan diketahui masih di bawah umur.

Kasatreskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait video aksi tawuran yang beredar di media sosial.

“Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon bersama beberapa Polsek melakukan pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tawuran yang sedang viral di media sosial,” kata I Putu, Jumat malam (21/8).

Menurutnya, para pelaku kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, sejumlah pelaku telah mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut.

“Beberapa orang yang kita amankan sudah mengakui perbuatannya. Saat ini masih kita lakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan,” ujarnya.

I Putu menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, aksi tawuran tersebut dilakukan setelah para pelajar membuat janji untuk bertemu. Mereka kemudian berkumpul di suatu lokasi dan melakukan aksi tawuran yang direkam dalam bentuk video.

“Motif dari beberapa orang yang kita amankan, mereka mengakui untuk konten. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka melakukan kegiatan tersebut satu kali,” katanya.

Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk keterlibatan pihak lain dalam aksi yang terekam dalam video tersebut. Hingga kini, baru empat orang yang telah dimintai keterangan sebagai pelaku, sementara pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih berlangsung.

“Ini masih dalam pengembangan. Baru empat orang yang kita minta keterangan, kemudian selanjutnya akan kita lakukan pengembangan dan penyelidikan. Kemungkinan akan bertambah,” jelasnya.

I Putu menambahkan, para pelajar yang terlibat diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda di wilayah Kabupaten Cirebon. Polisi masih menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan masing-masing. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Johan)