Tanam 10 Ribu Pohon Mangrove, Muara Pengarengan Jadi Kawasan Green Belt
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON (FC).- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama PT Pegadaian melakukan aksi penanaman ribuan batang mangrove di muara sungai Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut bertujuan menjadikan muara Pengarengan sebagai green belt atau sabuk hijau di pantai utara, Jumat (6/10).
Dalam aksi tersebut, melibatkan ratusan relawan dari PT Pegadaian, Dit Polairud Jabar, instansi terkait maupun para pelajar dan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa barat, Dodit Ardian Pancapana mengatakan, penanaman 10 ribu mangrove di muara pantai Pengarengan ini merupakan agenda rutin dinas kehutanan, di mana setiap hari Jumat melakukan penanaman pohon secara bergiliran di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.
Menurutnya dengan melakukan penanaman mangrove nantinya wilayah pesisir pantai di Jawa Barat baik di bagian utara maupun selatan bisa menjadi green belt atau sabuk hijau.
“Semoga keberadaan magrove di pesisir bisa melindungi dari abrasi pantai dan mencegah terjadinya peristiwa bencana alam, serta yang paling penting dapat menjaga dan melestarikan habitat dan ekosistem pesisir pantai,” ujarnya kepada awak media.
Dirinya berharap, masyarakat sekitar untuk dapat melakukan pemeliharaan dan menjaga kawasan mangrove ini, agar mangrove khususnya yang baru ditanam dapat tumbuh dengan baik.
Dodit menyebut kegiatan itu juga bertujuan sebagai pembangunan berkelanjutan dan Pemberdayaan lingkungan pesisir.
Dengan demikian lanjutnya, ke depannya kawasan mangrove khususnya di Kabupaten Cirebon dapat menjadi kawasan destinasi wisata pesisir dan hutan mangrove yang menarik minat wisatawan berkunjung.
“Jika itu terwujud, akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar kawasan wisata pesisir,” katanya.
Sementara, pimpinan wilayah kantor wilayah X Pegadaian Jawa Barat, Aryadi Purwanto menyampaikan PT Pegadaian merupakan perusahaan milik negara, tentunya memiliki kewajiban untuk bersama sama melakukan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian lingkungan.
“Nah, salah satunya kami mengadakan kegiatan kepedulian lingkungan kawasan pesisir dengan melakukan penanaman 10 ribu pohon mangrove di muara Pengarengan ini, dan akan ada kegiatan lanjutan yang dilaksanakan di sini nantinya,” jelasnya.
Lanjutnya, Pegadaian sendiri setiap tahunnya memiliki target maupun Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan tetap mengikuti arahan dari Kementerian BUMN.
“Kita memiliki TPB sekitar 17 kegiatan, dan kami siap mensupport baik itu dari dinas kehutanan maupun dinas lainnya,” katanya.
Sedangkan, Kuwu Pengarengan, Carsadi mengapresiasi dan menyambut baik adanya penanaman pohon mangrove di muara pantai di desanya.
Menurutnya, dengan adanya penanaman mangrove setidaknya akan menambah luas kawasan hutan mangrove di desanya.
“Sekarang ini luas lahan mangrove sekitar 3 hektare, tentunya akan bertambah dengan penanaman yang dilakukan PT Pegadaian bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini,” ungkapnya.
Dirinya pun menjelaskan, kawasan mangrove bisa dijadikan sebagai kawasan wisata pesisir, namun kendala yang dihadapi saat ini adanya pendangkalan sendimen sungai Singaraja.
Sehingga, Ia menyebut dampaknya sangat dirasakan oleh pemerintah desa maupun masyarakatnya, di antaranya perahu nelayan yang bisa sebagai penunjang kawasan wisata mangrove terkendala karena sungai yang dangkal.
Selain itu, lingkungan masyarakat kerap mengalami banjir baik itu dari banjir rob maupun saat musim penghujan.
“Kami berharap adanya revitalisasi sungai-sungai Singaraja yang dilakukan oleh pihak terkait,” harapnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan