INDRAMAYU, (FC).- Satgas Covid-19 Indramayu yang terdiri dari gabungan Pemkab Indramayu, Kepolisian dan TNI, masih menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan di lingkungan Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Aturannya berlaku pada hari-hari tertentu yang biasanya terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

Penyampaian pengumuman dan imbauan oleh petugas yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP itu kerap menyisir seluruh kawasan hingga sejumlah bangunan di sisi utara dan selatan.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan. Ditambah lagi saat ini diberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Camat Jatibarang yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan, Indra Mulyana menyampaikan, langkah yang dilakukan itu merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, terutama yang ditimbulkan akibat kerumunan.

Pasalnya, Taman RTH Jatibarang menjadi salah satu tujuan yang diijadikan tempat untuk berkumpul oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Indramayu dan bahkan daerah lain.

“Kami sudah sepakat, untuk membatasi aktivitas di RTH. Ini antisipasi dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya didampingi Kapolsek AKP Alka Nurani dan Danramil Kapten Kav Sugianto, Minggu (7/2).

Indra menegaskan, sesuai kesepakatan pukul 18.00 WIB aktivitas di RTH dihentikan. Ketentuan ini berlaku setiap pekan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Langkah dan upaya itu dilakukan dengan mendasarkan pada Maklumat Kapolri, Instruksi Gubernur Jabar, dan Surat Edaran Bupati Indramayu dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai ada kerumunan yang akan menimbulkan potensi penyebaran virus corona,” ujarnya.

Pihaknya juga menyiagakan petugas gabungan di kawasan RTH secara bergilir disertai patroli. Bahkan pengamanan dan patroli intens dilaksanakan pula di ruas-ruas dan simpul jalan yang menjadi akses masyarakat.

“Selama ini RTH Jatibarang menjadi poros kerumunan masyarakat. Dari pagi sampai sore tidak terlalu berkerumun. Kami kira harus tetap menjaga aktivitas sosial masyarakat, berolahraga bersama, ekonomi masyarakat juga tetap berjalan. Puncak kerumunan itu terjadi biasanya pada malam hari,” tandasnya. (Agus)