Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Sekolah Harus Punya Program Unggulan untuk Gaet Siswa
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Adanya sekolah favorit pada beberapa tahun lalu, membuat kesenjangan pemerataan peserta didik tidak imbang. Orang tua siswa menempuh berbagai macam cara agar anaknya bisa masuk sekolah favorit.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah melalui berbagai kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, mencoba menghilangkan imej sekolah favorit.
Untuk Kota Cirebon, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dinas Pendidikan (Disdik) telah menyepakati untuk menghapus imej sekolah favorit pada momentum penerimaan PPDB, termasuk PPDB SMP 2021.
Bahkan, Ketua Komisi I Tresnawaty mendorong setiap sekolah memilik produk dan brand unggulan yang ditawarkan dan menarik calon peserta didik.
“Sekolah harus punya produk unggulan yang bisa menarik calon siswa. Dengan masing-masing keunggulan yang ada di tiap sekolah, maka imej sekolah unggulan bisa dihilangkan,” jelasnya kepada FC, Senin (14/6).
Untuk itu, pihaknya mendorong Disdik agar mengakselerasi sekolah mempunyai brand unggulan. Kemudian sekolah dapat menerapkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki untuk menonjolkan keunggulannya.
Terkait PPDB, pihaknya mengapresiasi kesiapan Disdik menghadapi PPDB SMP 2021. PPDB dipandang krusial sehingga Disdik dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.
“Kami sebagai mitra kerja Disdik, akan mengawasi PPDB. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Sementara Kadisdik Kota Cirebon Irawan Wahyono menjamin, di Kota Cirebon baik SD maupun SMP tidak ada lagi satu atau beberapa sekolah favorit. Karena pihaknya sudah menekankan agar sekolah memiliki brand unggulan masing-masing.
“Iya tiap sekolah sekarang memiliki brand unggulan. Ada yang mengembangkan sekolah tahfidz, perikanan dan pertanian, wirausaha, pengembangan olahraga, kesenian, dan lain-lain,” ungkap Irawan.
Kemudian untuk sekolah swasta juga diharapkan hal yang sama. Sehingga terjadi kompetisi brand unggulan. Dengan demikian, pilihan calon siswa ke sekolah yang dituju semakin banyak.
“Jadi, tidak ada lagi sekolah favorit, negeri dan swasta juga punya taraf yang sama,” tandasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan