KAB. CIREBON, (FC).- Hujan deras yang tak henti-henti menguyur sejak dini hari hingga petang membuat tanah lereng sungai Cimanis di Dusun 1 Dayeuh RT 004 / RW 002 Desa Gumulunglebak Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon longsor, Minggu sore (7/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Satu rumah warga nyaris terbawa longsoran.

Kuwu Desa Gemulunglebak, Aan yang terjun langsung ke lokasi menyebutkan, rumah yang diketahui milik keluarga pasangan Roni dan Dede warga Desa Gemulunglebak tersebut memang berada di lereng sungai Cimanis.

Menurut Aan, kondisi rumah tersebut sering terkikis aliran sungai Cimanis ketika meluap, dan memang sudah menjadi ancaman sejak lama.

Tetapi ancaman tersebut kini mendadak mengagetkan pemilik rumah, lantaran sisa tanah sekitar 6 meter dari bibir sungai tiba-tiba longsor ketika hujan yang terus mengguyur dari pagi hingga sore hari.

“Tebing dengan ketinggian 20 meter dengan lebar 6 meter longsor dan nyaris membawa rumah warga,” terangnya.

Tanah tebing sungai yang curam tersebut seharian diguyur hujan, sehingga, kata Aan, air menyerap ke bawah. Akibatnya kondisi tanah menjadi gembur dan akhirnya longsor.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, TPT di Karangwangi Longsor

Sejauh ini hanya satu rumah milik keluarga Roni dan Dede yang kondisinya terancam terbawa longsoran.

Sementara masih ada enam rumah tetangga mereka, penghuni rumah sementara waktu menyelamatkan diri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kejadian ketika sore hari sehingga penghuni rumah masih terjaga, melihat kejadian tersebut seluruh penghuninya langsung keluar menyelamatkan diri,” jelas Aan.

Ditambahkan Aan, meski kondisi bagian pondasi rumah korban sudah nyaris tergerus, namun rumah yang dihuni pasangan suami istri bersama kedua anaknya tersebut enggan untuk meninggalkan dan berencana kembali tidur dirumah tersebut.

Mereka beralasan masih bisa untuk dihuni sehingga aparat pemdes dan petugas dari polsek Beber, Koramil, BPBD Kabupaten Cirebon dan juga anggota DPRD Kabupaten Cirebon dapil 5 Yayat Hidayat dari Fraksi Golkar yang datang ke lokasi tersebut juga tidak bisa memaksakan keinginan keras sang pemilik rumah.

“Mereka masih tetap ingin tinggal di rumah tersebut, kami bersama tim sampai malam ini masih membahas rencana pengungsian tersebut,” papar Aan. (Nawawi)