Sudibyo: Pemilu Proporsional Tertutup Akan Untungkan Elit Politik
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Akademisi asal Kabupaten Majalengka, Sudibyo Budi Utomo menanggapi terkait rencana pelaksanaan Pemilu 2024 menggunakan proporsional tertutup atau coblos dengan hanya gambar partainya saja.
Pria yang menjabat Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Wiyata Indonesia (YAWINA) STIE Majalengka itu menyebut, penggunaan proporsional tertutup dinilai hanya menguntungkan elit politik.
Secara umum elit politik adalah orang tertentu yang berkuasa dan mengemban tugas dengan kedudukan tinggi dalam masyarakat. Jika sistem coblos gambar partai diterapkan di pemilu 2024, menurutnya, fenomena politik uang atau money politik diprediksi akan terjadi di kalangan elit.
Pasalnya, dengan sistem Pemilu Proporsional Tertutup pemilih tidak akan menjadi penentu calon anggota legislatif (Caleg).
Meski begitu, ia menegaskan, dengan penerapan sistem apapun, ‘perangkap’ politik uang harus dihindari. Sebab, jika terjebak alat politik tersebut, rakyat tidak akan mendapatkan pemimpin yang berkualitas.
“Masyarakat tidak menunggu money politik, atau serangan fajar. Karena apa, yang dibeli partainya,” ujar Sudibyo kepada wartawan belum lama ini.
Masih kata Sudibyo, sistem apapun sejatinya bisa diterapkan di dunia perpolitikan Indonesia. Hanya saja moralitas pelakunya harus baik.
“Sistem apapun bisa diterapkan, kalau moralitas pelakunya baik. Nah kita ini kan enggak bisa. Itu kalau masyarakat Indonesia sudah sadar tentang demokrasi dan sudah tidak tertarik lagi dengan money politik. Akan dapat orang yang pas,” ucapnya.
Sudibyo juga menyikapi usulan sistem pemilu proporsional tertutup tersebut dianggap telah mencederai demokrasi di Tanah Air. Ia berharap para elit politik lebih mengedepankan kepentingan rakyat dibanding kepentingan kelompok.
“Karena kita tidak tahu orangnya, tahunya partainya. Memang partai mestinya juga bertanggung jawab kalau tertutup, kalau dia bisa bertanggung jawab memberikan caleg-caleg yang benar-benar bermoral bagus. Kita menyelamatkan bangsa atau mau menyelamatkan elite,” jelas Sudibyo.
Selain itu, Sudibyo juga meyakini sistem pemilu proporsional tertutup ini akan menurunkan angka partisipasi pemilih.
Dengan demikian, ia berharap usulan tersebut harus dipertimbangkan secara matang.
“Cuma partisipasi masyarakat aktif memilih terhadap Pemilu besar enggak? Kalau partisipasinya rendah, legitimasinya juga kurang. Toh masyarakat enggak milih caleg. Ini memang harus dikaji sedemikian rupa,” pungkasnya. (Munadi)








Tinggalkan Balasan