MAJALENGKA, (FC).- Puluhan motor mogok dan harus didorong oleh pengendara dibantu sukarelawan saat melintas Jalan Raya Cikamangi-Leuweunghapit pada Senin (20/2).

Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Cikamangi yang sudah tidak bisa lagi menampung kiriman air hujan dari wilayah atas. Air mulai menggenangi pemukiman di Blok Cikamangi Desa Leuweunghapit Kecamatan Ligung sekitar pukul 5.00 WIB, selepas subuh.

Asalnya air meluap menggenangi pekarangan rumah, namun sekitar satu jam berikutnya luapan Sungai Cikamangi semakin besar, tak ayal selain merendam puluhan hektar sawah yang bulir padinya mau berbuah, banjir juga merendam jalan raya Leuweunghapit – Cikamangi, setinggi diatas lutut orang dewasa.

Akibat jalan raya terendam banjir, para buruh pabrik dan pegawai yang lainnya yang mau bekerja mencoba menerobos jalan yang terendam banjir. Akibatnya puluhan motor mogok dan harus di dorong sampai ke ujung jalan yang aman.

“Saya mau masuk kerja di pabrik yang ada di Ligung. Takut terlambat jadi saya  buru- buru dan menerobos jalan yang terendam banjir. Eh akhirnya motor saya mogok, beruntung ada warga yang secara sukarela mendorong motor saya ke ujung jalan yang aman,” ujar Fitri seorang karyati di salah satu pabrik yang ada di wilayah  Ligung.

Sementara Kades Leuweunghapit, Didi Suryadi saat di mintai komentarnya terkait banjir yang kerap melanda wilayahnya tidak banyak memberikan tanggapan. Dirinya sudah capai memberikan komentar dan keluhan masyarakat yang dipimpinnya. Namun faktanya sampai saat ini pemerintah juga belum merealisasikan penanganan banjir akibat luapan Sungai Cikamangi.

“Kami sudah kehabisan kata-kata terkait banjir di Desa Leuweunghapit. Sekarang permasalahan banjir Cikamangi menyerahkan ke pemerintah yang dalam hal ini mempunyai kewenangan,” ujar Kades Didi kepada Fajar Cirebon, Senin (20/2).

Ditegaskan Kades Didi, pihaknya sudah berbagai macam cara mengusulkan agar Sungai Cikamangi di benahi. Mulai dari pengerukan akibat dangkal, maupun minta tanggul sungai di selesaikan.

“Banjir ini kan asalnya dari luapan Sungai Cikamangi. Kalau sungainya dibenahi seperti dikeruk akibat dangkal, dan penanggulan atau pembuatan TPT diteruskan, kami rasa banjir ini bisa diatasi. Cuman kan sampai hari ini langkah itu belum di jalankan oleh pihak yang berwenang.

Dikatakan Kades Didi, tim survai sudah banyak yang turun, baik itu dari PUTR Majalengka, BBWS, Bupati Majalengka dan pejabat berwenang lainnya yang turun memeriksa wilayah Sungai Cikamangi, namun faktanya sampai hari ini belum ada titik realisasinya.

“Jadi tolong wartawan tanyakan ke sana, baik ke pejabat yang ada di Majalengka ataupun juga ke BBWS, kenapa penanganan banjir di Desa Leuweunghapit sampai saat ini belum ada realisasinya,” tegas Kades Didi.

Terpisah Camat Ligung Ida Heriyani saat di temui di ruang kerjanya terkait banjir di Blok Cikamangi Desa Leuweunghapit mengatakan, pihaknya sudah mengajukan normalisasi untuk Sungai Cikamangi dan pembuatan tanggul penahan tanah (TPT) melalui Musrembang kemarin. Disamping itu pula pihaknya saat ini sudah mengajukan kajian terhadap sungai sungai krisis seperti Sungai Cikamangi.

“Kami sudah mengkaji dan memilah mana kewenang Pemkab Majalengka dan mana kewenangan BBWS, sehingga nantinya singkron. Mudah mudahan keluhan masyarakat Blok Cikamangi cepat direalisasi oleh pihak pemangku kebijakan,” pungkas Camat Ida.

Diinfokan, banjir kali ini, selain merendam beberapa rumah warga di Blok Cikamangi, banjir kali ini juga merendam area pesawahan. Akibatnya puluhan hektar sawah yang saat ini tanaman padinya mau berbuah jadi agak terganggu.

“Ya pasti tanaman padi juga berbuahnya kurang maksimal, karena padi yang sedang hamil mau merekah kini harus terendam banjir. Hal ini tentunya pertumbuhan padinya kurang maksimal, hasil panennya jadi berkurang,” ujar seorang petani Cikamangi yang mengaku bernama Toni. (Munadi)