KOTA CIREBON, (FC).- Harga beras di pasaran mengalami penurunan cukup drastis. Hal tersebut diakui Kepala Bulog Cabang Cirebon, Ramadin.

Berdasarkan pantauan Bulog, turunnya harga beras terjadi di semua wilayah kerja Bulog Cirebon meliputi Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.

“Beras Kita saja Rp8.100/kg untuk kualitas medium. Sedangkan beras di pasaran didapat Rp7.700/kg,” kata Ramadin kepada FC saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 8/12) lalu.

Melimpahnya stok beras yang beredar di pasaran umum menjadi penyebab anjloknya harga. Padahal, kata Ramadin, sudah tidak ada panen sejak sebulan lalu.

Melimpahnya beras di pasaran dimungkinkan karena banyaknya ketersediaan beras bantuan Covid-19 dari pemerintah di masyarakat. Sehingga permintaan beras di pasaran menurun.

Selain dari pemerintah pusat, bantuan beras untuk masyarakat terdampak Covid-19 juga disalurkan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten.

“Biasanya kalau sudah habis panen harga cenderung naik. Sudah sebulan yang lalu tidak ada panen. Grafiknya itu ketika tidak ada panen harusnya naik. Tapi kita survey ke lapangan masih tetap saja harganya,” jelas Ramadin.

Meski begitu, pihaknya tetap menjaga pasokan beras di pasar-pasar dengan tetap menjalankan penugasan pemerintah melalui program KPSHBM (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium).

“Dari sisi KPSHBM kita stanby terus, tetap kita buka. Sekarang kan tidak panen lagi. Kita tetap waspadai ketika posisi tidak panen ada kelangkaan beras yang menyebabkan harga terus naik. Nah ini yang kita takutkan ada spekulasi-spekulasi,” katanya

Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga secara rutin ke pasar-pasar. Hal ini sebagai bentuk upaya menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan komoditas beras di pasaran.

“Kita rutin pantauan harga karena kita tidak tahu jika tiba-tiba terjadi lonjakan. Jadi saya sudah beberapa kali ke pasar, ke Kuningan juga kita pantau, cek ke Majalengka juga,” ujar Ramadin.

Sementara itu, dari sisi stok beras yang tersedia di gudang Bulog Cirebon sendiri juga masih melimpah. Ramadin mengatakan, stok beras yang dikuasai Bulog Cirebon masih mencukupi kebutuhan pangan hingga 13 bulan kedepan.

“Kita masih punya cadangan 67.000 ton. Sedangkan estimasi kebutuhan beras per bulan di wilayah kerja kita Rp5000 ton. Artinya jika estimasi 5.000 ton bisa mencukupi 13 bulan. Belum lagi kita menyerap di 2021,” jelasnya. (Andriyana)