Diperkirakannya, bila prosedur tes dan penyambungan resevoir dijalankan, maka 80 persen distribusi air ke pelanggan akan terhenti. Sisanya yang 20 persen masih bisa dilayani, itu juga melalui jaringan pipa lama berukuran kecil yang ada sejak zaman Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II dr Doddy Aryanto MM mengungkapkan, agar pandemi Covid-19 ini tidak menghalangi upaya pengoperasian resevoir. Pasalnya, semua juga terdampak, PDAM harus mempunyai solusi terhadap permasalahan ini.

“Terakhir kita kunjungan ke resevoir, PDAM punya perkiraan Juni ini resevoir sudah beroperasi. Dengan begitu bisa meningkatkan pelayanan, tidak ada lagi pelanggan yang mengeluhkan air sering mati maupun air tidak ngocor sama sekali,” tegasnya.

Apalagi saat ini PDAM sudah memiliki dirtek yang baru. Dodi berharap, adanya terobosan baru yang jelas konsepnya baik secara teknis maupun hasilnya di lapangan.

“Pada waktu reses kami sudah sampaikan kepada masyarakat, akan ada perbaikan kualitas pelayanan PDAM. Karena resevoir baru Juni ini akan beroperasi, hal ini jangan sampai mengecewakan rakyat,” katanya.