Skenario Terburuk, RSUD Siap Tambah Tempat Tidur Isolasi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Menyikapi melonjaknya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon setiap harinya, pihak Rumah sakit di Kabupaten Cirebon sudah mempersiapkan skenario hal terburuknya. Salah satunya menyulap tempat tidur biasa dijadikan sebagai tempat tidur isolasi bagi pasien positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP).
“Sesuai arahan Pak Sekda, jika tiba-tiba pasien positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon melonjak drastis, kita (RSUD Arjawinangun,-red) sudah menyiapkan 24 tempat tidur lagi,” kata Direktur RSUD Arjawinangun, dr H Bambang Sumardi kepada FC melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (13/9).
Sementara ini, lanjut Bambang, dari 54 tempat tidur yang ada saat ini yang terpakai baru 13 tempat tidur. Diantaranya 11 pasien terkonfirmasi dan dua orang pasien dalam perawatan (PDP).
“Kedua PDP kita masih menunggu hasil swab test nya. Untuk saat ini insyaallah masih aman. Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan,” kata Bambang.
Sementara itu, Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon, dr H Budi Setiawan Soenjaya mengatakan, dari 18 tempat tidur yang disediakan RSUD Waled, baru terisi sebanyak 9 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Artinya masih ada 9 tempat tidur lagi yang masih kosong.
“Kami sudah menyiapkan tambahan tempat tidur lagi, yaitu sebanyak 14 tempat tidur dan saat ini sedang proses finishing. Tetapi kalau hal terburuk terjadi, seperti kasus Covid-19 ini masih terus tinggi, insyaallah nanti akan ditambah 18 tempat tidur lagi,” katanya.
Baca Juga: RSUD Kabupaten Cirebon Siap Atasi Lonjakan Pasien Covid-19

Terpisah, Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Management Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, ketersediaan stok tempat tidur di rumah sakit se-Kabupaten Cirebon baik milik pemerintah Kabupaten Cirebon maupun swasta kondisinya saat ini masih terkendali atau aman.
Karena dari 133 jumlah tempat tidur hanya 64 tempat tidur yang terpakai artinya baru 48 persen terpakai.
“Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon,” kata Enny Suhaeni melalui pesan singkatnya.
Jumlah tempat tidur di RSUD Waled berjumlah 18 dan yang terpakai 9 tempat tidur. Sedangkan ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 3 tempat tidur dan belum terisi.
Sedangkan RSUD Arjawinangun berjumlah 54 tempat tidur yang terpakai 13 tempat tidur. Sedangkan ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 1 tempat tidur dan lagi terpakai.
“RS Paru sidawangi Prov jabar ada 18 tempat tidur, 4 terisi. ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 5 tempat tidur dan 1 terpakai. Kemudian RS Mitra Plumbon ada 27 tempat tidur, 19 terisi. ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 3 tempat tidur dan 2 terpakai,” jelas Enny.
Kemudian, RS Permata ada 9 tempat tidur, 9 terisi. RS Pertamina ada 11 tempat tidur yang terpakai 9 tempat tidur. RS Sumber Waras ada 6 tempat tidur yang terpakai kosong. RS UMC ada 4 tempat tidur yang terpakai 3 tempat tidur, dan memiliki 1 ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator 1 tempat tidur.
“Kemudian RS Sumber Hurip terdapat 2 tempat tidur, RS Jantung Hasna Medika dan RSIA Khalisag pun sama dan semuanya belum terisi,” tutupnya. (Ghofar/FC)








Tinggalkan Balasan