KAB. CIREBON, (FC).- Ruang belajar pada dua gedung SDN di Desa Waleddesa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang ludes akibat kejadian kebakaran kemarin, terpaksa siswa-siswinya diliburkan dan belajar secara daring.

Namun, belajar secara daring tersebut direncanakan hingga dua minggu ke depan, setelah itu akan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan tenda darurat.

Hal itu disampaikan Kuwu Desa Waleddesa Moh Halwani saat memantau kondisi bangunan kedua SDN yang menjadi korban kebakaran Senin (11/10).

Menurutnya, atas kejadian yang mengakibatkan terbakarnya 5 ruang SDN 1 dan 2 ruang SDN 2 Waleddesa, saat ini ruangan belajar tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi.

Sementara waktu siswa-siswi dari 2 Sekolah Dasar tersebut belajar lewat daring.

Lanjutnya, sesuai kesepakatan bersama, karena saat ini sudah masuk pada pembelajaran tatap muka, maka pembelajaran tatap muka akan tetap dilakukan dua minggu mendatang dengan membangun tenda.
“

Kami dari pemerintah Desa Waled desa bersama para guru dari SDN 1 dan SDN 2 Waleddesa, sedang mengupayakan untuk pengadaan tenda untuk tempat pembelajaran siswa, Insya Allah mulai efektifnya 2 minggu mendatang,”terangnya, Selasa (12/10).

Dijelaskan, Wawan nama panggilan Moh Halwani, atas kejadian kebakaran kemarin hampir semua isi ruang, baik ruang guru maupun ruang belajar siswa semuanya ludes terbakar.

Bahkan beberapa dokumen penting siswa, seperti buku raport dan juga ijazah serta lainnya yang berada di ruang guru ikut terbakar.

Menurutnya pasca kebakaran tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon telah mengunjungi kedua sekolah tersebut dan melihat secara langsung kondisinya dan mereka berjanji akan membangunkan gedung kelas baru pada tahun anggaran 2022 mendatang.

“Rencananya kedua sekolah yang ruangannya habis terbakar tersebut akan mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dengan mendapat pembangunan ruang kelas baru di tahun anggaran 2022 mendatang,” jelasnya. (Nawawi)