Siswa MTsN 5 Kuningan Belajar Jurnalistik di Diskominfo
KUNINGAN, (FC).- Suasana berbeda terasa di Aula Diskominfo Kabupaten Kuningan pada Kamis (13/11).
Ruangan yang biasanya dipakai rapat dan koordinasi pemerintahan, siang itu berubah menjadi “ruang redaksi dadakan” setelah kedatangan puluhan jurnalis muda dari MTsN 5 Kuningan.
Para siswa yang tergabung dalam tim Jejak Pena datang dengan rasa ingin tahu yang besar, bagaimana sebenarnya sebuah berita lahir?
Bagaimana caption foto bisa menggugah? Dan bagaimana bekerja sebagai humas di instansi pemerintah?
Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Diskominfo, Yati Maryati,
Dengan nada optimis, Yati mengatakan bahwa kunjungan seperti ini adalah sinyal kuat bahwa generasi muda Kuningan siap mengambil peran lebih besar dalam dunia literasi digital.
“Pelajar yang mau belajar menulis itu aset. Di era banjir informasi, mereka akan menjadi penentu apakah masyarakat menerima informasi yang benar atau yang menyesatkan,” ungkapnya.
Kepala MTsN 5 Kuningan, Sueb, menambahkan bahwa tim Jejak Pena memang dipersiapkan sebagai motor literasi sekolah.
“Kami ingin mereka punya keberanian dan kemampuan menyampaikan informasi. Tidak hanya pandai menulis, tapi juga memahami etika publikasi,” katanya.
Materi inti diberikan oleh Nana Suhendra, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo, yang tampil layaknya mentor redaksi profesional. Ia memulai sesi dengan pertanyaan sederhana namun menghentak yaitu “Apa yang membuat sebuah berita layak dibaca?”
Baca Juga: Kecamatan Pekalipan Gelar Pelatihan Jurnalistik
Dari sana, Nana membimbing siswa memahami struktur penulisan, memilih angle yang relevan, hingga membedakan antara berita, rilis resmi, dan konten humas.
Ia mengajak siswa membuat lead berdasarkan skenario fiktif, lalu memintanya dibacakan di depan peserta lain.
Hasilnya? Ada yang rapi, ada yang lucu, ada yang penuh gaya dan semua disambut tepuk tangan.
Menurut Nana, menulis bukan hanya soal teknik, tetapi juga keberanian. “Kadang kita sudah punya ide bagus, tapi tidak berani menuliskannya. Itu yang harus kalian lawan,” ujarnya.
Antusiasme peserta benar-benar terasa. Nizam tampak sibuk mencatat, Syauki aktif bertanya tentang etika jurnalistik, sementara Kenzin mencoba membuat lead gaya media nasional.
Beberapa siswa bahkan mengaku semakin yakin ingin melanjutkan minatnya di bidang jurnalistik dan publikasi digital.
Ketua Jejak Pena, Muhammad Rizieq Shihab, mengatakan pengalaman ini membuat mereka melihat proses jurnalistik dari kacamata yang berbeda.
“Ternyata dunia jurnalistik itu bukan sekadar menulis. Ada proses kreatif, ada aturan, dan ada tanggung jawab moral,” katanya.
Kunjungan ditutup dengan pembahasan peluang kerja sama antara Diskominfo dan MTsN 5 Kuningan untuk pendampingan berkelanjutan.
Tujuannya adalah membangun kultur literasi digital di sekolah dan menyiapkan pelajar agar mampu menghadapi tantangan komunikasi era modern.
Dengan semangat yang mereka tunjukkan, bukan mustahil suatu hari nanti beberapa dari mereka akan duduk di ruang redaksi profesional dengan menulis berita, menciptakan konten, dan menjadi wajah baru jurnalisme Kuningan. (Angga/FC)








Tinggalkan Balasan