Siswa MTsN 3 Majalengka Antusias Ikut Vaksin
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC). – Ratusan siswa MTsN 3 Majalengka antusias mendaftarkan diri untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Pihak sekolah melaksanakan vaksinasi bekerjasama dengan Puskesmas Ligung.
Aparat kepolisian dari Polsek Ligung turut memantau jalannya pemberian vaksin di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah (Kasek) MTsN 3 Majalengka, H Eman Suherman mengatakan, dari target 250 vaksin yang disediakan pihak Puskesmas Ligung ternyata yang mendaftar mencapai 350 siswa lebih.
Hal ini menandakan para siswa menyadari bahwa vaksinasi itu perlu untuk memberikan daya tahan tubuh dari paparan Covid-19.
Untuk memberikan vaksin kepada para siswa, pihak sekolah terlebih dahulu memohon persetujuan orang tua atau wali murid.
Hal ini agar kedepannya tidak diketemukan permasalahan atas pemberian vaksin kepada para siswanya.
Bahkan persetujuan dari orang itu dituangkan ke dalam surat persetujuan dengan dibubuhi materai.
“Insya Allah, kami dalam melaksanakan gerakan vaksinasi ini, semua prosedur akan ditempuh,” ucap Kasek Eman kepada awak media, Senin (16/8).
Masih dikatakan Eman, jumlah siswanya lebih dari 800, semuanya antusias mendaftar.
Mereka para siswa tidak lagi termakan info yang menyesatkan atau berita berita hoax yang konon katanya disuntik vaksin akan berbahaya.
Justru mereka menginginkan disuntik vaksin agar tubuhnya kebal dari paparan virus yang mematikan.
“Alhamdulillah, para siswa antusias dan tidak termakan oleh berita yang menyesatkan terkait suntikan Vaksinasi,” pungka Kasek Eman.
Kapolsek Ligung, AKP Umang Sumarsa yang memantau jalannya pemberian vaksinasi di MTsN3, mengimbau kepada para siswa dan pendidik agar tetap menjalankan prokes yang ketat, seperti selalu cuci tangan, jaga jarak atau hindari kerumunan dan selalu mengenakan masker.
“Jadi tolong walau kita sudah divaksin, prokes jangan abai,” pungkasnya singkat.
Di tempat yang sama, Sheryll Ishmatul Maula, siswi MTsN 3 Majalengka mengatakan, dirinya ikut divaksin karena kebutuhan.
Sebab untuk menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), semua siswa harus mempunyai kekebalan imun tubuh.
Hal ini untuk menjaga diri dan lingkungan dari paparan Covid-19.
“Disuntik vaksin itu ga sakit lho… Ga terasa, masih sakit di gigit semut,” ujar Sheryll. (Munadi)
.








Tinggalkan Balasan