Sidak Diam-diam KDM, Sakim Warga Desa Kaduela Dapat Bantuan Rp5 Juta
KUNINGAN, (FC).- Inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke kawasan kaki Gunung Ciremai, Kamis (15/1), tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan, tetapi juga menghadirkan kisah kepedulian sosial yang menyentuh warga setempat.
Di tengah agenda peninjauan lapangan, KDM berpapasan dengan Sakim, warga Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, yang saat itu tengah memikul rumput untuk pakan kambing. Sakim diketahui telah menekuni pekerjaan sebagai peternak kambing selama sekitar 20 tahun. Namun, ternak yang dikelolanya merupakan milik orang lain dengan sistem upah bagi hasil.
Melihat kondisi tersebut, KDM menghentikan langkahnya dan berbincang langsung dengan Sakim. Percakapan singkat itu disaksikan Direktur Talaga Biru, Iim Abdurahim, yang turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan sidak.
Menurut Iim, KDM langsung merespons cerita Sakim dengan memberikan bantuan uang sebesar Rp5 juta. “Beliau bertanya tentang keseharian Pak Sakim yang sudah puluhan tahun menggembala kambing milik orang lain. Lalu beliau memutuskan memberi bantuan dan meminta nomor rekening saya untuk proses transfer,” ujar Iim, sambil menunjukkan bukti percakapan dan transfer dari ajudan KDM.
Bantuan tersebut rencananya akan digunakan Sakim untuk membeli kambing sendiri, sehingga ke depan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem bagi hasil. Warga sekitar menilai bantuan itu sebagai bentuk perhatian nyata terhadap petani dan peternak kecil di wilayah pedesaan.
Dalam kesempatan tersebut, KDM juga disebut berjanji akan kembali mengunjungi kawasan Talaga Biru, destinasi wisata alam yang berada satu kawasan dengan Talaga Nilem.
Usai menyapa warga, KDM melanjutkan agenda inspeksi ke sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Sebelumnya, ia telah meninjau lokasi penambangan batu di wilayah Pasawahan, kemudian bergerak menuju kawasan Talaga Nilem sekitar pukul 14.30 WIB.
Dalam penyisiran tersebut, KDM mendapati langsung aktivitas penambangan yang diduga ilegal di kawasan konservasi. Temuan ini memperkuat laporan kerusakan lingkungan yang selama ini menjadi sorotan publik, termasuk persoalan pengelolaan sumber daya air di sekitar kawasan Ciremai.
Sidak KDM menjadi perhatian luas setelah rekaman kunjungannya diunggah ke akun TikTok resminya. Dalam video tersebut, terlihat aktivitas tambang masih berlangsung di area yang seharusnya dilindungi. Meski tidak merinci lokasi secara spesifik, KDM menegaskan bahwa aktivitas tersebut berada di dalam kawasan TNGC.
Langkah tersebut menegaskan konsistensi sikap KDM yang selama ini menolak komersialisasi kawasan konservasi dan menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis Gunung Ciremai dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
(Angga)








Tinggalkan Balasan