KAB.CIREBON, (FC).- Usianya baru menginjak remaja dan pengalaman organisasinya masih terbilang minim. Namun, hal itu tidak menghalangi Shalwa Esta Fahira untuk mengambil peran sebagai pemimpin di lingkungan sekolah.

Siswi kelas VIII SMPN 1 Sumber, Kabupaten Cirebon, tersebut dipercaya menjadi Ketua OSIS periode 2026/2027 setelah melalui proses pemilihan. Bagi Shalwa, jabatan tersebut bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab untuk menjadi penghubung antara siswa dan sekolah.

Dengan gaya komunikasi yang percaya diri dan penuh semangat, Shalwa menunjukkan optimisme dalam menjalankan amanah barunya. Bahkan, saat menyampaikan sambutan, ia tampil komunikatif dengan sesekali menggunakan bahasa Inggris.

Menurut Shalwa, seorang pemimpin bukanlah sosok yang berada di atas orang lain, melainkan seseorang yang mampu berjalan bersama dan mendengarkan aspirasi yang dipimpinnya.

“Seorang pemimpin itu bukan seseorang yang berada di atas siswa lainnya. Tetapi seorang pemimpin adalah seseorang yang berjalan bersama mereka,” ujar Shalwa, Kamis (10/9).

Ia mengatakan, OSIS harus menjadi organisasi yang mampu merangkul seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang. Pengurus OSIS, kata dia, harus hadir sebagai wadah yang menyampaikan ide, aspirasi maupun masukan dari para peserta didik.

“Kita tidak merasa paling berbeda dari siswa lainnya. Kita harus membantu teman-teman untuk berjalan bersama, sehingga OSIS bisa mewakili mereka dalam menyampaikan aspirasi kepada sekolah,” katanya.

Meski baru pertama kali terjun dalam organisasi, Shalwa mengaku tertarik menjadi bagian dari OSIS karena ingin memberikan kontribusi positif bagi sekolah.

“Saya ingin berkontribusi lebih untuk sekolah dan memberikan hal-hal baru yang tentunya positif,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi Ketua OSIS merupakan kesempatan untuk belajar banyak hal, mulai dari kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama hingga membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Dalam menjalankan tugasnya, Shalwa berkomitmen membawa OSIS SMPN 1 Sumber menjadi organisasi yang menjunjung kejujuran, amanah dan kepercayaan.

“Kami berkomitmen untuk jujur, amanah dan menjaga kepercayaan. Kami juga ingin bekerja sama dengan seluruh organisasi yang ada di sekolah,” ujarnya.

Ia menilai OSIS tidak hanya berfungsi sebagai panitia kegiatan sekolah, tetapi harus menjadi ruang bersama bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan menyampaikan gagasan.

“Saya ingin OSIS menjadi ruang bagi seluruh peserta didik untuk menyampaikan ide, aspirasi, kritik dan saran,” katanya.

Shalwa juga berharap keberadaan OSIS di Kabupaten Cirebon dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas serta membangun rasa percaya diri.

“Saya berharap seluruh OSIS di Kabupaten Cirebon bisa menjadi ruang bagi siswa untuk berkembang dan mengekspresikan kreativitasnya,” tuturnya.

Di usia yang masih muda, Shalwa menyadari tanggung jawab sebagai ketua OSIS bukanlah hal mudah. Namun, ia memilih menjadikan amanah tersebut sebagai proses belajar sekaligus kesempatan memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah.

Baginya, pemimpin bukanlah orang yang berjalan sendiri di depan, melainkan sosok yang mampu merangkul dan bergerak bersama seluruh anggota.

Dari SMPN 1 Sumber, Shalwa memulai langkah pertamanya dalam dunia organisasi. Dengan semangat kebersamaan yang dibawanya, ia berharap OSIS dapat benar-benar menjadi suara dan ruang bersama bagi seluruh siswa. (Ghofar)