Setelah Demo Anarkis Kemarin, Gedung DPRD Kota Cirebon Mulai Dibersihkan
KOTA CIREBON, (FC).- Setelah aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Sabtu (30/8/2025), Kantor DPRD Kota Cirebon mulai melakukan pembersihan puing-puing dan fasilitas yang mengalami kerusakan pada Hari Senin (1/9/2025). Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan petugas kebersihan untuk memulihkan kondisi gedung.
Sejumlah petugas dari Sekretariat DPRD Kota Cirebon tampak membersihkan pecahan kaca, batu dan lainnya. Petugas juga merapikan kursi yang berserakan di lobi Gedung DPRD.
Subkoordinator Analisa Kebijakan Sekretariat DPRD Kota Cirebon Helmy Firmansyah mengatakan, kerusakan terlihat pada sejumlah bagian gedung, seperti kaca jendela, kaca ruangan, meubeler, beberapa perangkat elektronik, hingga peralatan kerja.
“Secara kasat mata, kerusakan ada di kaca-kaca jendela dan kaca ruangan. Selain itu, ada barang yang hilang seperti PC. Saat ini kami masih melakukan pendataan untuk barang-barang yang rusak dan hilang,” ujar Helmy saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cirebon.
Kerusakan juga terjadi pada kursi rapat di Ruang Griyasawala serta lukisan kaca yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun.
“Kemungkinan usia lukisan kaca itu sekitar 20 tahun. Lemari kaca plakat dan sejumlah plakat juga hancur,” bebernya.
Selain itu, beberapa fasilitas lainnya ikut rusak, seperti AC standing, printer, dan plakat yang berada di dalam lemari kaca.
“Saat ini petugas kebersihan masih melakukan bersih-bersih sambil mendata barang yang rusak dan hilang. Sejak pagi, kami langsung melakukan pembersihan bersama tim kebersihan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” tegasnya.
Meski belum merinci nilai kerugian akibat kericuhan, DPRD Kota Cirebon memastikan akan memperbaiki seluruh fasilitas yang terdampak. “Kami belum merinci berapa nilai kerugian akibat kerusakan ini. Tapi segera kami perbaiki yang rusak, agar tidak menggangu kegiatan anggota dewan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara, Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menyatakan pihaknya belum berencana mengusut para pelaku perusakan.
“Untuk sementara kami fokus membereskan dan membersihkan puing-puing material sisa kerusakan. Setelah itu baru kami pikirkan langkah lebih lanjut,” kata Andrie.
Dalam waktu dekat, DPRD Kota Cirebon akan melaksanakan sejumlah rapat pembahasan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, proses pemulihan gedung tetap menjadi prioritas agar seluruh aktivitas kelembagaan dapat kembali berjalan normal.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa di Kota Cirebon berujung ricuh pada Sabtu (30/8/2025) sore. Kericuhan pecah di sepanjang Jalan RA Kartini hingga kawasan Jalan Siliwangi, tepatnya di Gedung DPRD Kota Cirebon.
Massa yang beringas melempari petugas dengan batu dan berbagai benda lainnya. Sejumlah fasilitas umum pun tak luput dari amukan, mulai dari pot bunga, pos polisi, hingga sarana lain yang berada di sekitar lokasi.
Situasi kian memanas ketika massa berhasil menerobos masuk ke Gedung DPRD Kota Cirebon. Mereka melakukan aksi perusakan dengan melempari kursi, kaca jendela, dan fasilitas lain di dalam gedung dengan batu. Kondisi gedung pun porak-poranda akibat aksi brutal tersebut. (Agus)








Tinggalkan Balasan