KAB. CIREBON, (FC).- Komunitas Motor Seneng Ning Dalan (Sendal) memasuki usia satu tahun. Perayaan anniversary pertama digelar di kawasan Tenjo Laut, Kabupaten Kuningan, Sabtu (30/8) malam, dengan mengusung tema “Kompak Bersama Sehati” atau KOMBES.

Memasuki tahun kedua, komunitas yang awalnya lahir dari lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon itu mulai memperluas keanggotaan.

Sendal kini membuka ruang bagi masyarakat umum yang memiliki ketertarikan bergabung dalam komunitas tersebut.

Ketua Umum Komunitas Sendal, Uus Sudrajat, mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Sendal sebagai komunitas yang lebih terbuka sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.

“Sekarang Sendal sudah tidak lagi komunitas internal. Kalau awalnya dari Setda, sekarang sudah Seneng Ning Dalan dan kami membuka ruang bagi teman-teman di luar yang ingin ikut bergabung,” ujar Uus, Senin (31/8).

Menurutnya, anniversary pertama menjadi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggota. Prinsip saling menjaga, memahami dan menghargai menjadi modal utama agar komunitas dapat berkembang secara positif.

Uus mengatakan, sejumlah anggota baru juga resmi dilantik dalam perayaan anniversary tersebut. Para anggota baru itu berasal dari luar lingkungan Setda Kabupaten Cirebon.

“Pelan-pelan kita juga melepaskan diri dari rutinitas kantor. Kegiatan komunitas lebih banyak dilakukan di luar jam kerja, terutama saat hari libur,” katanya.

Meski demikian, Sendal tetap siap mendukung kegiatan pemerintah daerah apabila dibutuhkan.

Komunitas tersebut sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk aksi bersih-bersih Stadion Watubelah.

“Ketika ada kegiatan pimpinan yang memang membutuhkan komunitas untuk ikut berpartisipasi, kami siap. Misalnya bersih-bersih Stadion Watubelah, kami juga mengirim anggota,” ungkapnya.

Uus menegaskan, Sendal ke depan ingin terus bergerak dan berkembang tanpa meninggalkan tujuan utama sebagai wadah silaturahmi serta kegiatan sosial.

“Harapannya komunitas ini semakin besar, terus bergerak dan entry point-nya ingin bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Komunitas Sendal, Sutaryo, mengatakan tema “Kompak Bersama Sehati” dipilih sebagai pijakan untuk memperkuat soliditas internal pada usia pertama komunitas.

“Di usia satu tahun ini kita ingin membangun kekompakan, kebersamaan dan sehati. Harapannya Sendal semakin solid ke depan dan kegiatannya lebih banyak diarahkan pada sosial dan kebersamaan,” ujarnya.

Saat ini, jumlah anggota Sendal mencapai sekitar 56 orang. Namun, sebanyak 25 anggota ikut ambil bagian dalam kegiatan anniversary pertama.

Sutaryo menyebut kegiatan sosial sebenarnya telah menjadi bagian dari aktivitas Sendal sejak awal berdiri. Mulai dari berbagi takjil, santunan anak yatim hingga kegiatan bersih-bersih telah dilakukan komunitas tersebut di sejumlah lokasi.

“Kalau kegiatan sosial sudah cukup banyak. Dari awal kami berbagi takjil, santunan anak yatim, kemudian kegiatan berbagi dengan sesama dan bersih-bersih, khususnya di wilayah Cirebon,” katanya.

Selain kegiatan sosial, aktivitas touring juga tetap menjadi agenda komunitas. Touring jarak jauh dijadwalkan setiap tiga bulan, sedangkan kegiatan internal seperti kopdar dan “Gas Tipis” dilakukan setiap bulan.

“Touring jarak jauh setiap tiga bulan. Kalau setiap bulan kami tetap ada kumpulan atau kopdar, supaya tetap terjaga kebersamaannya,” jelas Sutaryo.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar berkendara bersama. Lebih jauh, touring dan kopdar menjadi sarana memperkuat komunikasi serta menjaga kekompakan antaranggota.

Memasuki tahun kedua, Sutaryo berharap semangat “Kompak Bersama Sehati” tidak berhenti sebagai tema anniversary. Semangat tersebut diharapkan menjadi karakter komunitas dalam menjalankan berbagai kegiatan ke depan.

“Harapannya seperti tema anniversary ini, kompak, bersama dan sehati. Itu yang ingin kami jaga agar Sendal semakin solid ke depannya,” pungkasnya.

Dengan keanggotaan yang semakin terbuka dan agenda sosial yang terus dikembangkan, Komunitas Sendal kini tidak hanya menjadi wadah penghobi sepeda motor.

Komunitas tersebut mulai diarahkan menjadi ruang silaturahmi yang aktif bergerak sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Sendal juga tercatat berada di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat dan IMI Pusat, sehingga aktivitas komunitas dijalankan dalam wadah organisasi yang resmi. (Ghofar)