Seorang Remaja Asal Pasalakan Diduga Tewas Tenggelam di Kolam Renang Kiki
KAB.CIREBON, (FC).- Polsek Sumber, Polresta Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait ditemukannya seorang remaja dalam kondisi tidak sadarkan diri di Kolam Renang Kiki, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (6/12) sekitar pukul 13.25 WIB.
Kapolsek Sumber, AKP Afandi memimpin langsung tim untuk mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil penanganan di lapangan, korban diketahui bernama Tegar Bayu Wicaksana (18), seorang pelajar asal Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber.
Kapolsek Sumber menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur setelah menerima laporan.
Anggota Polsek Sumber segera menuju TKP serta Rumah Sakit Sumber Hurip tempat korban sempat mendapat pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.58 WIB.
“Kami datang ke lokasi untuk memastikan kronologi, memeriksa saksi-saksi, dan melakukan olah awal TKP bersama Unit Inafis Polresta Cirebon. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar AKP Afandi, Sabtu (6/12).
Petugas melakukan pengecekan area kolam renang, termasuk memastikan kondisi CCTV. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, kamera pengawas di lokasi tidak berfungsi.
Polisi juga meminta keterangan dari dua saksi, yakni Septian Adi Prayogi dan Juhaeriyah yang pertama kali mengetahui dan menolong korban.
Menurut keterangan saksi, korban datang seorang diri sekitar pukul 09.00 WIB dan berenang secara mandiri sebelum akhirnya ditemukan di dasar kolam dengan kedalaman sekitar 1,65 meter.
Tim Inafis Polresta Cirebon yang dipimpin Bripka Dayat turut melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda kekerasan.
Seluruh hasil pemeriksaan dan dokumentasi kemudian dilaporkan Polsek Sumber kepada Polresta Cirebon untuk tindak lanjut administrasi.
“Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi penolakan autopsi yang disaksikan pihak kepolisian,” pungkasnya. (Johan)








Tinggalkan Balasan