KAB. CIREBON, (FC).- Sentra Batik Trusmi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan terlihat sangat kumuh, dan tidak terawat, rumput ilalang tumbuh cukup tinggi di areal tersebut hampir mengelilingi bangunan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan merasa prihatin dengan kondisi yang ada. Dirinya menganggap Pemerintah Kabupaten Cirebon nampak tidak mempunyai konsep saat membangun bangunan ini.

Pemkab Cirebon terkesan hanya bisa membangun saja tanpa ada konsep yang jelas, maka dirinya menganggap wajar jika bangunan Sentra Batik Trusmi yang lokasinya di samping Pasar Pasalaran itu terlantar.

“Ya begitu lah kalau cuma bisa bikinnya saja, tapi konsepnya nggak jelas seperti apa. Jadi bisa dilihat kondisi sekarang apakah beroperasi atau tidak,” ungkap Yoga kepada FC, usia melakukan kunjungan ke Pusat Batik Cirebon milik Pemkab Cirebon ini, Selasa (30/6).

Yoga menambahkan, masyarakat masih belum merasakan manfaat dari adanya pembangunan Sentra Batik ini, bahkan masyarakat sekitar juga tidak bisa menikmati fasilitas yang telah dibangun. Sementara, Pemkab Cirebon mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan gedung tersebut.

“Padahal anggarannya besar, tapi apa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tutur Yoga.

Sebagai Anggota DPRD yang mempunyai fungsi pengawasan, dirinya mengaku memiliki tanggungjawab untuk menghidupkan kembali bangunan yang terlantar itu.

Tujuannya agar Sentra Batik Trusmi bisa menjadi icon kebanggaan Kabupaten Cirebon. Sentra Batik Trusmi memiliki lokasi yang sangat strategis, maka sudah barang tentu bisa menjadi magnet bagi para wisatawan untuk berbelanja batik.

“Sayang pengelolaan yang kurang optimal, padahal tempatnya itu udah sangat strategis tapi kenapa,” ujar Yoga.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan diskusi lintas Komisi. Karena, hal itu menyangkut beberapa Dinas, seperti, Dinas Perhubungan, Disbudparpora, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Targetnya, maksimal tahun 2021 sudah clear and cleen. Dan Sentra Batik Trusmi ini bisa menjadi icon Cirebon Katon,” tegas Yoga.

Saat ini, dia menilai respons Pemkab Cirebon menghidupkan Sentra Batik Trusmi sangat lambat. Apa yang dilakukan Pemkab Cirebon hanya sebatas retorika. Sedangkan pelaksanaannya, kata Yoga, nol.

“Minimal Dinas teknis harus bertanggungjawab mencari formulasi yang bagus untuk menghidupkan Sentra Batik Trusmi ini,” tandasnya.

Yoga menambahkan, Sentra Batik Trusmi memang menjadi tanggungjawab semua pihak. Namun dalam hal ini, menjadi PR besar bagi Pemkab Cirebon khususnya Dinas terkait.

“Jangan sampai bangunan didiamkan begitu saja. Sehingga muncul kesan kumuh, apalagi tidak ada pemeliharaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, menurut Bupati Cirebon H. Imron saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon kemarin mengaku belum tahu dengan kondisi Sentra Batik Trusmi milik pemkab itu saat ini.

Imron mengatakan nantinya akan meminta kajian dan konsep seperti apa dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk kawasan sentra batik tersebut.

“Anggarannya kan sudah ada, ya nanti tinggal bagaimana konsep dari Disperindag untuk sentra batik itu,” katanya.

Imron menambahkan, dirinya akan menanyakan hal tersebut kepada Disperindag, apakah nantinya akan dikembangkan atau seperti apa, dirinya tinggal meminta kajian dari Disperindag. (Muslimin)