Semangat Kemerdekaan, Masyarakat Tak Boleh Panik Hadapi Pandemi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Virus ini telah berdampak pada tatanan di segala aspek kehidupan. Maka dari itu kunci awal dalam menuju kemerdekaan saat ini adalah lepas dari kepanikan dari pandemi virus tersebut dan bersatu melawan egoisme dengan tetap mematuhi aturan dan anjuran protokol kesehatan dalam segala aktivitas di era new normal.
Merdeka dari pandemi berarti lepas dari kondisi keterpurukan menuju tatanan kehidupan yang terarah.
Lebih jauh dalam amanatnya, Bupati mengatakan, dalam refleksi kemerdekaan ini tidak hanya mengenang jasa para pahlawan terdahulu, akan tetapi juga menghargai perjuangan pahlawan garda terdepan yang banyak gugur di medan perang dalam proses pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19. Semangat kemerdekaan ini dapat ditunjukan dalam tiga aspek perubahan.
Pertama, perubahan pola berfikir. Masyarakat harus bisa merubah mindset dari masa bodoh menjadi peduli lingkungan sekitar dan dari pemikiran konvensional menjadi terbuka menerima perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Kedua, perubahan pola perilaku. Masyarakat harus siap beradaptasi dengan tradisi kebiasaan hidup baru. Hal ini bisa dimulai dengan mematuhi protokol kesehatan.
Ketiga, perubahan tingkat religiusitas. Masyarakat harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT karena disaat pandemi ini pendekatan kepada Allah merupakan cara yang lebih baik untuk memenangkan dan menenangkan akal dan hati akibat pandemi virus corona ini
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat harus bahu-membahu bekerjasama, tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga bersama peduli dan sigap dengan situasi bersama agar pandemi di negeri kita segera mereda,” tegas Bupat Majalengka dalam amanat tertulisnya. (Munadi)








Tinggalkan Balasan