Selama Pendemi, Kasus HIV Kota Cirebon Meningkat Drastis
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Selama masa pandemi Covid-19, jumlah kasus penderita HIV positif di Kota Cirebon terus bertambah. Jumlahnya hingga kini mencapai 155 kasus.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Cirebon Sri Maryati mengungkapkan, jumlah kasus penderita HIV meningkat dibanding tahun kemarin.
“Tahun kemarin ada 127 kasus positif HIV sampai dengan bulan Desember, tapi tahun ini baru pertengahan tahun saja sudah 155 kasus HIV,” kata Sri kepada FC, Kamis (18/6).
Sri mengungkapkan, penanggulangan HIV harus melibatkan berbagai pihak untuk mencegah penyebaran HIV.
“Penanggulangan HIV ini tidak bisa setengah-setengah, selama ini memang untuk melakukan pencegahan HIV baru beberapa SKPD terkait saja,” ungkap Sri.
KPAids udah berusaha melakukan upaya pencegahan berupa ajakan kepada seluruh komponen masyarakat untuk mencegah terjadinya HIV di Kota Cirebon.
“Kami baru saja lakukan pemeriksaan HIV kepada 25 orang dari komunitas yang beresiko,” katanya.
Sri menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon atau pelaku beresiko untuk memeriksakan HIVnya kepada petugas terkait.
“Untuk alat pemeriksa HIV sudah ada di 22 puskesmas di Kota Cirebon. Jadi kami himbau kepada orang yang beresiko untuk memeriksakan HIV,” ungkapnya.
Sri juga mengeluhkan selama masa pendemi beberapa program pemeriksaan massal terhadap masyarakat ini tidak dapat berjalan.
“Masyarakat yang melakukan pemeriksaan HIV pada tahun ini berkurang daripada tahun sebelumnya,” tuturnya.
Sri mengungkapkan rentang umur diatas 20 tahun dan pasangan suami istri yang paling banyak terjangkit HIV.
“Penularan ini paling banyak akibat hubungan suami istri, dan bukan karena narkoba suntik,” ungkapnya.
KPAIDS akan lakukan rapat koordinasi dengan perguruan tinggi, dan akan mempertajam di Kementerian Agama melalui lembaga penyuluhnya.
“Kita akan minta perguruan tinggi untuk melakukan research, kita lakukan upaya advokasi dan asistensi agar penyuluh di kecamatan agar pemahaman tentang HIV betul-betul dipahami secara komprehensif,” jelasnya.
Sri berharap kepada Dinas Kesehatan dan semua stakeholder terkait untuk bersama-sama mencegah penularan HIV di Kota Cirebon.
KPAIDS juga akan melakukan pendampingan terhadap kaum milenial yang beresiko, dan kita akan lakukan sosialisasi terhadap bahayanya HIV.
“Jika ada yang positif HIV akan kita dampingi dan kita bantu untuk mengakses obatnya,” tutupnya. (Sakti)








Tinggalkan Balasan