Sekda Sebut Penyekatan Jalan Ciledug Sangat Efektif
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Penyekatan jalan masuk menuju Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon dinilai sangat efektif karena mampu menekan kerumunam banyak orang, terutama saat menjelang berbuka puasa.
Hal itu disampaikan Sekda Kabupaten Cirebon, H. Rahmat Sutrisno saat melakukan monitoring check point Ciledug, Selasa (12/5).
Rahmat memaparkan, di hari ketujuh pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya sengaja melakukan monitoring ke check point wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Brebes.
Menurutnya, secara garis besar kegiatan penyekatan tersebut berjalan lancar. Sementara terkait penyekatan jalan protokol di Kecamatan Ciledug, tepatnya di Perempatan Jalan Desa Jatiseeng yang baru dilakukan sehari dinilainya sudah sangat efektif.
“Biasanya di jalan tersebut padat merayap, sekarang sudah tampak tak terlalu padat, artinya penyekatan ini efektif untuk mengurangi berkerumunnya massa. Kami juga menyampaikan terima kasih sama teman-teman petugas yang telah mampu mendisiplinkan warga meskipun memang masih 30 persen masih ada,” ungkap Rahmat.
Terkait kelompok masyarakat yang paling terdampak dari sisi perekonomian imbas dari pelaksanaan PSBB, Rahmat mengatakan bahwa kelompok UMKM yang sangat terasa, sehingga Pemkab melalui Dinas Koperasi sedang melakukan proses kegiatan-kegiatan buat UMKM.
“Untuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19, dari berbagai program yang akan disalurkan, kalau dilihat dari jenis jumlah dan waktu penyaluran bantuan memang berbeda-beda, sehingga masyarakat memang mencolok perbedaannya baik waktu maupun jumlahnya,” katanya.
Sekda berharap semua yang memang tercatat miskin dipastikan terbagi. Sedangkan khusus untuk BLT DD, Pemkab tidak menyarankan desa untuk mengalokasikan BLT DD yang tidak sesuai regulasi dari Kememdes PDTT. Ia hanya berharap bahwa yang akan menerima program BLT DD dipastikan mereka adalah warga miskin yang layak mendapatkan bantuan.
“Jika memang di desa masih banyak warga miskin yang belum mendapatkan bantuan silahkan desa melaksanakan musdesus untuk penanganannya,” harapnya.
Sementara, Camat Ciledug, H. Solihin HS mengungkapkan, penutupan akses jalan sebenarnya bukan penutupan itu hanya untuk meminimalisir keramaian yang berpotensi menimbulkan kerumunan dengan hanya atasi gerak masyarakat, termasuk menyampaikan kepada masyarakat agar tetap di rumah.
“Semenjak Ciledug masuk tingkat ODR-nya tinggi dan makin bertambah sekarang sudah diangka 10.000 lebih ODR-nya. Yang semula hanya ratusan sekarang, tiap hari makin bertambah jadi ke tingkat disiplin masyarakat ini masih kurang, masih rendah dan perlu adanya pengawasan yang lebih dalam lagi,” jelasnya.
Dikatakannya, penyekatan akses jalan di antaranya di Perempatan Jalan Jatiseeng, kemudian terminal dan akses masuk ke alun-alun dan rencananya Jalan Jatiseeng menuju arah stasiun Ciledug termasuk kebalikannya juga.
“Pengguna jalan pada pukul 16.00-18.00 WIB diarahkan semuanya menggunakan jalan provinsi tidak ada yang menggunakan jalan Kabupaten, mudah mudahan dengan cara ini masyarakat makin sadar dan mau diam di rumah stay at home,” harapnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan