INDRAMAYU, (FC).- Jumlah pencari kerja di Kabupaten Indramayu membludak. Dalam sehari jumlahnya mencapai 200 hingga 300 orang. Para pencari kerja tersebut mayoritas merupakan pelajar yang baru lulus SMA sederajat.

Kasi Penempatan Kerja Dalam Negeri Disnaker Kabupaten Indramayu, Suwarno Ichrom mengatakan, membludaknya para pencari kerja ini diketahui sudah mulai terjadi pasca-kelulusan para siswa tingkat SLTA hingga sekarang.

“Kemungkinan akan terus membludak sampai satu bulan kedepan,” ujarnya

Dia mengatakan, mereka yang datang membuat kartu kuning mayoritas adalah masyarakat yang baru lulus sekolah. Sedangkan, tingkat mencari kerja para karyawan yang sebelumnya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih minim.

“Sementara saya belum hitung yang terkena PHK kambali mencari kerja, tapi mayoritas yang baru lulus,” ujar

Suwarno Ichrom menyampaikan, meski membludak, akan tetapi jumlah pencari kerja yang dilayani dibatas, mengingat kabupaten Indramayu masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional hingga tanggal 26 Juni 2020 mendatang.

Dalam sehari hanya 200-300 pencari kerja saja yang dilayani, sisanya harus mengantre kembali di hari besoknya.

“Kalau tidak dibatasi mungkin bisa sampai 500 orang yang dilayani,” ujarnya.

Ia juga mengklaim, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam melayani para pencari kerja, seperti pengecekan suhu tubuh, wajib mengenakan masker, jaga jarak, serta cuci tangan dengan sabun.

Meski demikian, imbauan itu rupanya masih diabaikan para pencari kerja yang mengantre di luar gedung Disnakar Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, salah seorang pencari kerja asal Desa/Kecamatan Arahan, Laila Tusyifa (18) mengatakan, datang bersama rekan sesama sekolahnya sewaktu SMA.

Rencananya, mereka hendak membuat kartu kuning untuk mencari bekerja ke daerah Bekasi. “Ini lagi buat kartu kuning mau kerja, iya baru lulus,” ujarnya. (Agus)