Sedang Viral, Cirebon “Kota Tolong” Karena Bantu Pemudik Tunjukan Jalan Tikus
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Warga Cirebon saat ini sedang viral di media sosial. Pasalnya, beberapa akun dimedia sosial memposting ucapan terimakasih kepada warga Cirebon karena membantu para pemudik untuk meloloskan diri dari pos penyekatan akibat adanya larangan mudik.
Beberapa warga yang berasal dari Jawa yang hendak mudik ke kampung halaman mengaku berhutang budi atas kebaikan dari warga Cirebon.
Mereka merasa terbantu dengan diberikan petunjuk jalan, serta diberikan akses jalan tikus hingga bisa lepas dari hadangan petugas.
“Terimakasih warga Cirebon, kalian baik sekali. Alhamdulillah kita sudah sampai di Kota tujuan,” tulis salah satu akun di media sosial.
Sebut saja Udin, Warga Kabupaten Cirebon yang dengan sukarela memberikan petunjuk jalan kepada para pemudik melewati jalan tikus yang dianggap aman dari hadangan petugas.
Ia dibantu para rekannya, berbagi tugas menunjukan jalan keluar kepada ribuan pemudik.
“Kami hanya prihatin melihat mereka yang mau pulang ke kampung halaman, jujur saja saya bersama warga lainnya kasihan dengan nasib pemudik yang sudah jauh-jauh berjalan lalu sampai Cirebon harus disuruh kembali,” katanya kepada FC, Selasa (11/5).
Keprihatinan tersebut bukan tanpa alasan, mereka tidak sampai hati melihat para pemudik yang kebingungan akan kemana.
Ditambah lagi dengan pemudik yang membawa anak-anaknya yang masih kecil, apalagi kondisinya sudah tengah malam.
“Ada keluarga yang sedang bawa anaknya yang masih kecil, itu kan sudah capek jalan dari sana masa iya sih harus balik lagi. Apalagi mereka kan naik motor, bisa dibayangkan lah bagaimana bawa anak kecil pakai motor dijalan. Sedih lah kita juga lihatnya, maka kita sepekat untuk membantu mereka,” ungkapnya.
Udin beserta rekan lainnya membagi tugas untuk mengantarkam pemudik melalui jalan tikus, dirinya bersama dua orang lainnya berjaga dipinggir jalan raya untuk mengarahkan pemudik masuk melalui jalan kecil.
Kemudian ada tiga rekan lainnya berjaga disetiap persimpangan untuk memberikan arahan menuju jalan yang harus dilalui.
“Setiap persimpangan kita siapkan tiga orang untuk mengarahkan mereka (pemudik), sampai kita pastikan mereka keluar ke jalan raya yang sudah tidak ada pos penyekatan. Ada kepuasan tersendiri bagi kami meski kita tidak mendapatkan pamrih, mereka layak untuk pulang bersilaturahmi dengan keluarga,” tandasnya. (Muslimin)








Tinggalkan Balasan