INDRAMAYU, (FC).- Sebanyak 957 siswa madrasah dari berbagai jenjang pendidikan siap menguji kemampuan sains dan riset dalam gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Indramayu 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, tampak menyematkan tanda peserta OMI Kabupaten Indramayu 2026 kepada perwakilan siswa dalam upacara pembukaan di MAN 1 Indramayu, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Kepala Kantor Kemenag Indramayu, Aghuts Muhaimin, mendorong seluruh peserta menjadikan OMI Kabupaten Indramayu 2026 sebagai proses untuk membangun mental juara, sehingga tidak hanya mengejar kemenangan.

“Menjadi juara bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali, berikhtiar, dan tetap bersemangat serta tidak mudah menyerah setelah mengalami kegagalan,” ujar Aghuts Muhaimin.

Ia mengingatkan, bagi siswa yang nantinya meraih juara untuk tidak cepat merasa bangga, tetapi harus meningkatkan kemampuan, dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil, karena masih banyak kesempatan.

Menurut Aghuts, prestasi yang diraih peserta didik perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Generasi madrasah diharapkan memiliki kemampuan akademik sekaligus akhlakul karimah, santun, jujur, berkarakter, dan rajin beribadah.

“Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi, karena kesungguhan, perjuangan, hingga doa menjadi bagian penting dalam perjalanan setiap siswa, dan pemerintah juga menyediakan berbagai beasiswa,” ujarnya

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Indramayu, Slamet Edi, mengatakan, ratusan siswa yang berkompetisi dalam OMI Kabupaten Indramayu 2026 itu memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi hingga nasional.

Karenanya, menurut dia, OMI menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengembangkan karakter, kreativitas, dan integrasi nilai keislaman.

“Kompetisi ini juga menjadi upaya Kemenag Indramayu menjaring bibit unggul dari madrasah untuk bersaing pada tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Slamet Edi.

Ia mengatakan, OMI merupakan kompetisi sains dan riset yang diinisiasi Kemenag RI, dan merupakan penggabungan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) serta Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).

“OMI bertujuan mengembangkan potensi peserta didik, mengintegrasikan nilai keislaman, membentuk karakter unggul, menjadi pusat keunggulan madrasah, serta menjaring bibit unggul,” kata Slamet Edi.

Pihaknya mencatat, OMI Kabupaten Indramayu 2026 yang digelar di MAN 1 Indramayu, MTsN 7 Indramayu, dan MI Islamic Center, itu, diikuti 488 siswa MI/SD, 277 siswa MTs/SMP, serta 192 siswa MA/SMA/SMK se-Kabupaten Indramayu. (F-08)