KAB.CIREBON, (FC).- Pascabanjir yang merendam wilayah Kecamatan Pangenan, aktivitas bersih-bersih mulai dilakukan di SD Negeri 1 Pangenan, Kamis pagi (21/5).

Guru, siswa, hingga petugas pemadam kebakaran bahu-membahu membersihkan lumpur sisa banjir agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali normal.

Kepala SDN 1 Pangenan, Asrofi, menjelaskan banjir mulai masuk ke lingkungan sekolah dengan ketinggian awal sekitar 30 sentimeter.

Namun debit air terus meningkat akibat kiriman air dari wilayah Desa Beringin hingga mencapai sekitar 60 sentimeter di dalam ruang kelas dan sekitar satu meter di luar area sekolah.

“Awalnya sekitar 30 sentimeter, lalu terus naik karena kiriman air dari Desa Beringin. Di luar sekolah sampai satu meter, sedangkan di dalam ruang sekolah sekitar 60 sentimeter,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, proses kegiatan belajar mengajar sempat terganggu. Terlebih siswa kelas VI tengah melaksanakan ujian ASAD sehingga pihak sekolah terpaksa memindahkan lokasi ujian ke Madrasah Diniyah (MD) dengan meminjam ruang kelas sementara.

“Siswa kelas enam sedang ujian, jadi pelaksanaannya dipindahkan ke MD karena sekolah tidak memungkinkan digunakan,” katanya.

Selain menghambat aktivitas belajar, banjir juga merendam sejumlah fasilitas sekolah, terutama buku pelajaran.

Meski demikian, perangkat komputer dan perlengkapan penting lainnya berhasil diselamatkan setelah lebih dulu dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

“Yang banyak terendam itu buku-buku. Kalau komputer dan perlengkapan lainnya alhamdulillah sudah sempat dinaikkan,” jelasnya.

Dalam kerja bakti tersebut, siswa kelas III hingga V turut membantu membersihkan lumpur bersama para guru. Sementara sebagian guru lainnya tetap bertugas mengawasi pelaksanaan ujian siswa kelas VI di lokasi sementara.

Proses pembersihan juga mendapat bantuan dari petugas Damkar, pemerintah desa, serta dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan PGRI.

“Alhamdulillah banyak bantuan dari PGRI, Dinas Pendidikan, Damkar, dan pemerintah desa,” ungkap Asrofi.

Pihak sekolah menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada Senin mendatang setelah proses pembersihan selesai dilakukan.

“Insya Allah Senin sekolah sudah siap digunakan kembali,” pungkasnya. (Nawawi)