SDN 1 Dompyong Kulon Wujudkan Sekolah Tanpa Sekat
KAB.CIREBON, (FC).- SDN 1 Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.
Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah tersebut mulai menerapkan konsep pendidikan inklusif sebagai upaya memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar yang sama.
Kepala SDN 1 Dompyong Kulon, Hj. Musihah, mengatakan pendidikan inklusif menjadi langkah sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap siswa tanpa membedakan kemampuan maupun latar belakang.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Kami ingin tidak ada anak yang merasa berbeda atau tertinggal dalam proses pembelajaran,” ujar Hj. Musihah, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi awal, sekolah tidak menemukan siswa dengan kebutuhan khusus secara fisik.
Namun, terdapat beberapa peserta didik yang membutuhkan pola pembelajaran berbeda karena memiliki keterbatasan dalam kemampuan intelektual.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian sekolah agar setiap siswa tetap mendapatkan pendampingan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
“Secara fisik tidak ada yang memiliki kebutuhan khusus, tetapi ada beberapa anak yang membutuhkan pendekatan belajar lebih personal agar mereka dapat berkembang secara optimal,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penerapan pendidikan inklusif, SDN 1 Dompyong Kulon melakukan tes kecerdasan atau IQ terhadap peserta didik.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih tepat dan sesuai karakteristik siswa.
Menurut Hj. Musihah, pendekatan tersebut penting agar proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan setiap anak.
“Tes IQ ini menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi guru untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak,” katanya.
Selain memperhatikan kondisi peserta didik, pihak sekolah juga meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
Seluruh guru SDN 1 Dompyong Kulon telah mengikuti pelatihan pendidikan inklusif secara daring yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan pada Mei hingga Juni 2026.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu membekali guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih adaptif dan efektif bagi seluruh siswa.
“Guru harus memiliki pemahaman yang sama agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada semua peserta didik,” ungkapnya.
Melalui program pendidikan inklusif ini, SDN 1 Dompyong Kulon ingin membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman.
Tidak hanya dalam aspek kemampuan belajar, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkembang dan meraih cita-cita.
“Kami berharap anak-anak dapat tumbuh percaya diri, nyaman belajar, dan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” pungkas Hj. Musihah.(Nawawi)








Tinggalkan Balasan