Satria Soroti RTRW, Kuningan Belajar dari Industri Tiongkok
KUNINGAN, (FC).- Kemajuan industri berteknologi tinggi di Tiongkok menjadi salah satu referensi bagi Kabupaten Kuningan dalam menyusun arah pembangunan ekonomi ke depan.
Salah satu faktor utama yang dinilai menentukan keberhasilan tersebut adalah penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang terencana, disiplin, dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Partai Golkar, Satria Rizky Utama, usai mengikuti seminar strategis internasional yang menghadirkan akademisi sekaligus pakar asal Tiongkok, Professor Wu Nan, Jumat (24/7).
Dalam kegiatan tersebut, Professor Wu Nan memaparkan perkembangan industri manufaktur berteknologi tinggi di Provinsi Hunan, Tiongkok.
Menurutnya, kemajuan sektor industri tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja berkualitas, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat penerimaan negara dan daerah.
Namun, perkembangan industri tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu kuncinya, kata Wu Nan, adalah penerapan tata ruang yang konsisten melalui pengaturan zonasi industri secara tepat.
Satria menilai pengalaman Tiongkok tersebut menjadi pelajaran penting bagi Kabupaten Kuningan, terutama dalam penyusunan dan evaluasi Peraturan Daerah (Perda) tentang RTRW.
“Pelajaran penting yang bisa diambil adalah bagaimana tata ruang yang baik mampu menyelaraskan pertumbuhan industri dengan perlindungan lingkungan. Zonasi yang jelas membuat pembangunan ekonomi berjalan tanpa mengorbankan ekosistem,” ujar Satria.
Menurutnya, kepastian tata ruang menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi berkualitas.
Dengan regulasi yang jelas, investor akan mendapatkan kepastian dalam menentukan lokasi dan pengembangan usaha, sementara pemerintah daerah tetap dapat menjaga fungsi kawasan.
Ia mencontohkan Provinsi Hunan, khususnya Kota Changsha, yang mampu mengembangkan industri modern dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Pengalaman tersebut sangat relevan bagi Kuningan. Tata ruang yang disusun secara matang dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menjaga kelestarian alam,” katanya.
Satria berharap wawasan dari seminar internasional tersebut dapat menjadi bahan masukan bagi DPRD Kabupaten Kuningan dalam merumuskan kebijakan strategis, khususnya terkait penataan ruang, pengembangan investasi, dan pembangunan kawasan ekonomi yang ramah lingkungan.
Menurutnya, pembangunan daerah ke depan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai modernisasi industri dan pembangunan berkelanjutan antara akademisi internasional dan pemangku kebijakan daerah. (Angga)








Tinggalkan Balasan