KAB. CIREBON, (FC).- Mengaji, bukan hal yang asing bagi para santri. Namun pada bulan Ramadhan ini, selama satu hari penuh kegiatan santri diisi dengan kegiatan mengaji kitab.

Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Assalafiyah Bode Lor Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Selama bulan Ramadhan, kegiatan di Ponpes tersebut tidak lepas dari yang namanya mengaji.

Sayyidi salah satu pengurus di Ponpes Assalafiyah menjelaskan, selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, pihaknya memberlakukan pengajian kilatan atau ngaji pasaran.

Dimulai dari sehabis Salat Subuh, pengajian tersebut sudah dilaksanakan.

“Dari habis subuh sampai menjelang maghrib semua santri disini pasti mengaji pasaran,” kata Sayyidi kepada FC, Senin (19/4).

Dikatakan Sayyidi, santri akan mulai mengaji dari mulai habis subuh sampai dengan jam 06.00. Kemudian dilanjut kembali pada jam 08.00 sampai 10.00, lalu berlanjut sehabis zuhur sampai asar.

“Habis asar sampai maghrib, lalu dilanjut lagi sehabis tarawih sampai jam 23.00,” ungkap Sayyidi.

Meski selama satu hari penuh, Pengajian tersebut tidak berlaku untuk semua santri. Bila santri tersebut masih baru, maka hanya diberlakukan beberapa pengajian saja.

“Karena dalam satu waktu itu ada 3 sampai 5 pengajian, contoh kalau subuh itu ada 4 pengajian, untuk jam 8 dan jam 10 itu 1 pengajian. Usai zuhur itu 3 pengajian, abis ahar 4 pengajian,” ujar Sayyidi.

Masih menurut Sayyidi, pengajian tersebut dilaksanakan di beberapa tempat. Seperti di masjid, musala, aula, dan juga kelas yang masih satu komplek di Ponpes Assalafiyah.

“Kalau di musala ngajinya abis asar itu ngajinya kitab Durratun Nasikhin, terus di masjid pengajian perempuan kitabnya Alquran. Kemudian di kelas itu kitabnya Durasul Fiqih itu untuk santri anak-anak, terus untuk yang di aula itu kitab Isra’tul Mi’raj. Jadi pengajian itu dipisah sesuai dengan kategori santri,” ujar Sayyidi.

Meski memberlakukan mengaji secara tatap muka, pihak ponpes tetap memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Disebutkan Sayyidi, kurang lebih ada 400 santriwan dan santriwati yang mondok di Ponpes Assalafiyah. (Muslimin)