MAJALENGKA, (FC).- Kebakaran yang menghanguskan sebuah gudang dan dua ruang kelas milik  SMPN 1 Jatitujuh  Majalengka pada Kamis malam (27/7) lalu, tidak menggangu aktivitas  belajar  siswa.

Seluruh  siswa yang ruang kelasnya luluh lantak menjadi arang, telah dipindahkan ke ruang laboratorium IPA dan masjid yang ada di sekolahan tersebut.

“Siswa pada hari ini tetap  belajar seperti biasa,” ujar Kepala  SMPN 1 Jatitujuh  Majalengka, Dedi saat ditemui di lokasi, Senin (31/7).

Disampaikannya, para  siswa tersebut dialihkan ke ruangan yang masih masih tersedia di sekolahnya. Ruangan itu, meliputi laboratorium IPA, perpustakaan bahkan pelataran masjid.

“Karena kebetulan kami masih ada ruangan yang bisa digunakan untuk  belajar, seperti ruang laboratorium IPA, bisa juga di ruang perpustakaan yang cukup besar dan kemungkinan juga di masjid.”

“Solusi lain jika memang ruangan yang tersedia tidak memungkinkan, kami juga akan memperdayakan ruang gudang, ruangan itu masih layak pakai untuk  belajar, nantinya isi gudang yang kami pindahkan, nanti  siswa pindah ke situ,” ucapnya.

Kondisi tersebut, membuat pihak sekolah berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membangun kembali ruang kelas yang hangus terbakar. Sehingga, kegiatan  belajar mengajar  siswa di ruangan kembali dilaksanakan.

“Kami berharap, pemerintah daerah dalam hal ini Disdik  Majalengka untuk bisa segera menindaklanjuti kejadian ini. Sehingga kami khususnya para  siswa bisa  belajar kembali menggunakannya ruangan seperti biasa,” jelas dia.

Sebelumnya, Dedi menyampaikan, ruang kelas yang diketahui terbakar itu sehari-harinya digunakan oleh kelas 7a dan 7b. Ada sebanyak 64  siswa dari dua kelas tersebut.

“Siswa pada hari ini tetap belajar seperti biasa,” katanya.

Disampaikan, bahwa perangkat mebeler untuk kegiatan  belajar mengajar di dua ruang kelas tersebut keseluruhannya terbakar. Kendati demikian, pihaknya kini belum mengetahui jumlah kerugian material akibat peristiwa itu.

“Di dalam kelas itu ada mebeler  siswa, dari meja, kursi, papan tulis dan lain-lain. Kalau kerugian sampai saat ini kita belum bisa menaksir, karena kita juga tidak ahli untuk menghitung seperti itu, tapi kalau lihat dari yang terbakar kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya. (Munadi)