Ruang Kelas Rusak, Prestasi SDN Dompyong Kulon Tetap Bersinar
KAB.CIREBON, (FC).- Keterbatasan sarana prasarana tidak menyurutkan semangat keluarga besar SDN 1 Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dalam mencetak prestasi.
Meski sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan penuh komitmen.
Kepala SDN 1 Dompyong Kulon, Hj. Musihah, mengatakan pihak sekolah terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan mengedepankan pembentukan karakter, pendidikan keagamaan, serta menciptakan budaya belajar yang positif bagi para siswa.
“Kami melayani dengan sepenuh hati dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa dibiasakan melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an,” ujarnya kepada FC, Kamis (23/7).
Menurutnya, program tahfiz menjadi salah satu program unggulan sekolah. Sejak duduk di kelas I, siswa mulai dibimbing menghafal surat-surat pendek secara bertahap dengan target saat lulus mampu menyelesaikan hafalan Juz 30.
“Target kami ketika anak-anak lulus sudah memiliki hafalan Juz 30. Prosesnya dimulai sejak kelas I hingga kelas VI, Insya Allah sampai Surat An-Naba,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pembentukan karakter dan keagamaan, SDN 1 Dompyong Kulon juga mampu menunjukkan prestasi di berbagai bidang.
Salah satunya berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Qur’an (CCQ) pada ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga berhak mewakili Kabupaten Cirebon ke tingkat berikutnya.
Prestasi lainnya ditorehkan melalui tim futsal sekolah yang berhasil meraih Juara II kompetisi futsal wilayah timur yang digelar di SMP PGRI Babakan.
“Alhamdulillah, prestasi siswa cukup membanggakan, baik akademik maupun nonakademik. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Namun, di balik berbagai prestasi tersebut, sekolah masih menghadapi persoalan kondisi bangunan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan yang telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera.
Musihah mengungkapkan, pihak sekolah telah mengajukan usulan rehabilitasi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Bahkan, survei terhadap kondisi bangunan juga telah dilakukan oleh pihak terkait. Namun hingga kini, realisasi perbaikan belum terlaksana.
“Kami berharap rehabilitasi dapat segera dilakukan. Kondisi beberapa ruang kelas cukup mengkhawatirkan, terutama ketika terjadi angin kencang. Tentu kami khawatir terhadap keselamatan siswa dan guru,” ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya memastikan keamanan warga sekolah.
Program kesiapsiagaan bencana diterapkan dengan memberikan edukasi kepada guru dan siswa mengenai prosedur penyelamatan saat kondisi darurat.
“Jalur evakuasi sudah kami siapkan dan guru maupun siswa diberikan pemahaman agar siap menghadapi kemungkinan bencana. Keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Dengan semangat pendidikan yang terus dijaga, SDN 1 Dompyong Kulon membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk melahirkan generasi berprestasi.
Kini, sekolah tersebut berharap pemerintah segera merealisasikan rehabilitasi ruang kelas demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan