KAB.CIREBON, (FC).- Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri menyoroti rendahnya minat generasi milenial untuk terjun ke sektor perikanan, khususnya menjadi nelayan.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih aktif melakukan kampanye dan sosialisasi agar sektor ini kembali diminati oleh kalangan muda.

“Kita melihat bahwa sektor perikanan, khususnya menjadi nelayan, kurang diminati oleh generasi milenial. Padahal, potensi sektor ini sangat besar dan bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan,” ujarnya, Kamis (13/11).

Rokhmin menilai, perlu adanya gerakan sosial yang mendorong munculnya petani dan nelayan milenial agar paradigma lama tentang profesi nelayan bisa berubah.

“Sudah saatnya kita rubah pandangan bahwa menjadi nelayan adalah pekerjaan kuno dan tidak menjanjikan. Dengan teknologi dan inovasi, sektor perikanan kini bisa dikelola secara modern dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sektor perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital, budidaya modern, serta industri pengolahan hasil laut.

Hal ini diyakini dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut, Rokhmin menegaskan bahwa pemerintah harus menyediakan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan yang memadai bagi kaum muda yang tertarik menekuni sektor perikanan.

“Pemerintah harus mampu menunjukkan bahwa sektor perikanan bisa menjadi tempat untuk berkreasi, berinovasi, dan menghasilkan pendapatan besar,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dengan dukungan teknologi seperti Internet of Things (IoT), aplikasi pemantauan hasil tangkapan, hingga platform pemasaran digital, nelayan muda bisa mengelola usaha secara efisien dan profesional.

Rokhmin juga mendorong pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk mengubah persepsi generasi muda terhadap sektor perikanan.

“Kita bisa membuat konten menarik yang menampilkan kisah sukses nelayan muda, inovasi di sektor perikanan, serta potensi bisnisnya. Dengan begitu, kita bisa menarik minat generasi milenial untuk terjun ke dunia perikanan,” katanya.

Menurutnya, kampanye digital dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap sektor kelautan dan perikanan.

Menutup pernyataannya, Rokhmin berharap agar ke depan semakin banyak generasi muda yang mau menekuni sektor ini.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan melibatkan generasi muda, sektor ini bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)